Bimas Katolik Kemenag Asahan Laksanakan Penyuluhan di Lapas: Menyalakan Harapan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Loading...
Asahan (Penyuluh Katolik), Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik (MGMP) Kab. Asahan melakukan pelatihan pada Jumat, 19 Juli 2024 di Singapore City Hotel, Jl. Lintas Sumatera, Kec. Sei Balai, Kab. Batubara. Tema pelatihan ini adalah “Implementasi Modul Ajar Kurikulum Merdeka dalam Bingkai Moderasi Beragama”. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Pembimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sumut, Bapak Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si. Pelatihan ini diikuti guru agama Katolik dari Kab. Asahan dan Batubara sebanyak 30 orang.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah melalui Kementerian Agama untuk membantu guru agama Katolik mencari metode yang tepat dalam mengajar di sekolah. Lebih lanjut Irawan mengatakan bahwa dunia pendidikan mengalami perubahan dari segala aspek. Barangkali, kita tidak sadar selalu mengucapkan “anak-anak sekarang sulit, payah dibilangi” dsb. Hal itu memang sebuah fakta yang tidak bisa kita pungkiri karena beda zaman maka beda cara. Siswa/i atau peserta didik sekarang terlahir tahun 2000-an yang masuk dalam generasi stroberi. Sedangkan kita gurunya lahir generasi X dan Z sehingga pola didikan kita tentu berbeda dengan peserta didik kita. Apalagi, kurikulum dari tahun ke tahun terjadi peribahan sehingga membutuhkan pendalaman lebih lanjut.
Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Ibu Lusia Saragi, S.Ag. menjelaskan “Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan tidak dapat hadir karena sedang mengikuti pelatihan di Jakarta sehingga beliau mendelagasikannya kepada saya. Kita berterimakasih kepada Kanwil Kemenag Sumut melalui Bimas Katolik yang dengan senang hati memberi dukungan finansial sehingga pelatihan hari ini dapat berjalan dengan lancar. Saya berharap kita gunakan kesempatan ini sungguh-sungguh untuk menyerap ilmu dari narasumber yang handal dan teruji Ibu Dr. Dewi Sartika Simbolon, S.Ag., M.Pd. yang juga merupakan Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Kota Medan.”
Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si. dalam sambutannya mengatakan, “Pelatihan ini merupakan bentuk perhatian Kementerian Agama kepada guru-guru Agama Katolik. Zaman berubah dan berkembang sehingga metode pengajaran juga harus ikut berkembang. Negara juga meminta untuk sungguh menerapkan kurikulum yang disepakati yaitu kurikulum Merdeka.” Marihuttua lebih lanjut berkata, “Guru-guru agama Katolik tidak bertugas mengajar di sekolah melainkan seperti yang syair yang terdapat dalam mars kemenag yaitu membimbing, membina, dan mendidik. Guru agama Katolik tidak hanya membuat peserta didik paham secara kognitif tetapi membuat mereka mampu menerapkan iman Katoliknya.” Pembimas Katolik berharap mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dapat menarik dan membuat hati peserta didik tergugah. “Saya berharap guru agama Katolik juga menekankan kepada peserta didik untuk memiliki sikap moderasi beragama sebab situasi kita sangat majemuk”, jelas Pembimas Katolik.
Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta sangat antuasias mengikuti. Peserta diajarkan untuk membuat modul ajar kurikulum merdeka sesuai tingkatan. Dr. Dewi Simbolon selaku narasumber sangat semangat menjelaskan karena peserta antusias mengikuti pelatihan ini. Dr. Dewi Simbolon berharap para peserta yang merupakan guru agama Katolik dapat menerapkan wawasan yang telah diterima. (AW)
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja be...
Asahan (Humas BimKat). Penyuluh Agama Katolik, Lodewik Sitohang, S.Fil. melakukan penyuluhan kepada umat Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha...