Dedikasi Tanpa Batas, Penyuluh Agama Islam Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta melalui MOOC Pintar di Malam Hari
Bimbingan Penyuluhan Peningkatan Kompetensi
Loading...
Kisaran (Humas) , Sabtu (25/4/2026) — Pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan (TABAGSEL) Kabupaten Asahan periode 2025–2029 resmi dilantik dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Adat Sopo Godang TABAGSEL, Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai adat, persatuan, serta semangat kekeluargaan di tengah keberagaman etnis yang hidup harmonis di Kabupaten Asahan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta para penyuluh agama.
Bupati Asahan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Azmi Ismail, dalam arahannya menyampaikan bahwa keberadaan Lembaga Adat Dalihan Natolu memiliki peran strategis dalam menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat persatuan masyarakat. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Dalihan Natolu yang menjunjung tinggi prinsip somang marsomba, manat mardongan tubu, dan elek marboru merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Pemerintah Kabupaten Asahan mendukung penuh peran lembaga adat sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat karakter masyarakat yang berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TABAGSEL Kabupaten Asahan periode 2025–2029, H. Nauli Parlaungan Siregar bersama Sekretaris yang juga Penyuluh Agama Makmur Hasibuan , dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan nilai persatuan dan kebersamaan.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan masyarakat TABAGSEL untuk terus menjaga solidaritas serta mempererat hubungan kekeluargaan lintas generasi dan lintas etnis. “Dalihan Natolu bukan sekadar simbol adat, tetapi menjadi pedoman hidup dalam membangun harmoni dan persatuan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA, yang didampingi Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Asahan, turut memberikan keterangan. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga adat dan penyuluh agama dalam membina umat serta menjaga kerukunan.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, sekaligus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama yang selaras dengan kearifan lokal.
“Kolaborasi antara lembaga adat dan penyuluh agama merupakan kekuatan besar dalam merawat harmoni sosial, memperkuat ukhuwah, serta menjaga persatuan bangsa,” jelasnya.
Kegiatan pelantikan ini ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud harapan agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa kemajuan bagi masyarakat TABAGSEL di Kabupaten Asahan. (RH)
Bimbingan Penyuluhan Peningkatan Kompetensi
Bimbingan Penyuluhan Lintas Etnis, Tokoh Adat
Bimbingan Penyuluhan Pelayanan Akta Ikrar Wakaf