Loading...

  • Sabtu, 25 April 2026

Seru dan Interaktif! Kelas 2A MIN 10 Asahan Terapkan Model Picture and Picture dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Hasil diskusi

Kisaran (Humas) Suasana belajar yang penuh semangat dan keceriaan tampak di kelas 2A MIN 10 Asahan. Di bawah bimbingan wali kelas Syuhada, S.Pd., siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pendekatan inovatif menggunakan model Picture and Picture yang dipadukan dengan metode active learning. Materi yang diangkat kali ini adalah tentang kebersihan lingkungan, khususnya membedakan lingkungan bersih dan lingkungan tidak bersih. Rabu (22/04/2026)

Sejak awal pembelajaran, siswa sudah terlihat antusias. Guru menyiapkan berbagai gambar yang menggambarkan kondisi lingkungan yang bersih dan juga yang kotor. Melalui model Picture and Picture, siswa diajak untuk mengamati, memilih, dan mengelompokkan gambar sesuai dengan kategori yang tepat. Kegiatan ini membuat siswa tidak hanya duduk dan mendengarkan, tetapi juga aktif bergerak dan berpikir.

Metode active learning yang diterapkan memungkinkan siswa terlibat langsung dalam proses belajar. Syuhada, S.Pd. menjelaskan bahwa pembelajaran ini bertujuan agar siswa lebih mudah memahami materi melalui visualisasi serta pengalaman langsung. “Dengan melihat dan memilih gambar sendiri, siswa menjadi lebih cepat memahami konsep. Mereka juga lebih berani menyampaikan pendapat,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Bahasa Indonesia, tetapi juga menanamkan nilai penting tentang menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Siswa diajak untuk menyadari dampak dari lingkungan yang kotor serta pentingnya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Madrasah MIN 10 Asahan, Sartiji, S.Pd.I., M.M., memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan di kelas 2A. Menurutnya, model pembelajaran seperti ini sangat efektif dalam meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa.

“Pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung akan lebih bermakna. Anak-anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton. Dengan demikian, siswa dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan sekaligus membangun karakter positif.

Di akhir kegiatan, siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Mereka juga berkomitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah. Hasil pembelajaran hari itu tidak hanya terlihat dari pemahaman siswa, tetapi juga dari perubahan sikap dan kesadaran mereka.

Melalui pembelajaran inovatif ini, kelas 2A MIN 10 Asahan berhasil menunjukkan bahwa belajar Bahasa Indonesia dapat dikemas secara menarik, interaktif, dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan dapat membentuk generasi yang cerdas, aktif, dan peduli terhadap lingkungan.(na)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post