Loading...

  • Sabtu, 25 April 2026

Kreatif dan Inovatif, Siswa Kelas 3C MIN 10 Asahan Belajar Matematika dengan Model Kooperatif

Proses presentasi hasil diskusi

Kisaran (Humas) Pembelajaran matematika di kelas 3C MIN 10 Asahan kali ini berlangsung dengan suasana yang berbeda dan penuh keceriaan. Di bawah bimbingan wali kelas, Fitri Andriani, S.Pd.I., kegiatan belajar dirancang secara inovatif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yang dipadukan dengan metode lembar kerja menggambar. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M. Sabtu (18/4/2026)

Sejak awal pembelajaran, siswa tampak antusias mengikuti setiap arahan guru. Dalam model pembelajaran kooperatif, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang heterogen. Setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan tugas matematika yang dikemas dalam bentuk lembar kerja menggambar. Metode ini membuat siswa tidak hanya berpikir secara logis, tetapi juga mengekspresikan pemahaman mereka melalui kreativitas visual.

Fitri Andriani, S.Pd.I. menjelaskan bahwa penggunaan metode menggambar dalam pembelajaran matematika bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep abstrak menjadi lebih konkret dan menyenangkan. “Dengan menggambar, siswa dapat lebih mudah memahami bentuk, pola, dan konsep matematika. Mereka juga menjadi lebih aktif dan tidak mudah bosan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diminta untuk menggambar berbagai bentuk bangun datar, pola bilangan, serta ilustrasi sederhana yang berkaitan dengan soal matematika yang diberikan. Setiap kelompok kemudian mendiskusikan hasil kerja mereka sebelum mempresentasikannya di depan kelas. Suasana diskusi terlihat hidup, di mana siswa saling bertukar pendapat dan memberikan tanggapan.

Kepala Madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M., mengapresiasi upaya guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Menurutnya, pendekatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan minat belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran yang sering dianggap sulit seperti matematika.

“Ketika siswa merasa senang dalam belajar, maka hasil yang diperoleh juga akan lebih maksimal. Pembelajaran kooperatif ini juga melatih kerja sama dan tanggung jawab siswa,” ungkapnya.

Selain meningkatkan pemahaman konsep matematika, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial siswa. Mereka belajar bekerja sama, menghargai pendapat teman, serta berani menyampaikan ide di depan orang lain.

Di akhir pembelajaran, hasil karya siswa dipajang di dalam kelas sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan kreativitas mereka. Hal ini semakin menambah semangat siswa untuk terus belajar dan berkarya.

Melalui pembelajaran inovatif ini, kelas 3C MIN 10 Asahan berhasil menunjukkan bahwa matematika dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu berpikir kritis.(na)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post