Kisaran (Humas). Suasana belajar yang berbeda tampak di kelas 3B MIN 10 Asahan. Para siswa terlihat begitu antusias mengikuti kegiatan praktik rambu-rambu lalu lintas yang dilaksanakan dengan pendekatan Model Pembelajaran Discovery Learning dan metode demonstrasi. Kegiatan ini dipandu langsung oleh wali kelas, Lailan Fitri, S.Pd, serta didukung penuh oleh Kepala Madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M. Jumat (17/04/2026)
Pembelajaran kali ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman langsung kepada siswa tentang pentingnya memahami rambu-rambu lalu lintas sejak usia dini. Dengan menggunakan metode demonstrasi, siswa diajak untuk mengamati berbagai jenis rambu, memahami maknanya, dan mempraktikkan penggunaannya dalam situasi sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai rambu lalu lintas yang telah disediakan. Melalui model Discovery Learning, siswa didorong untuk menemukan sendiri fungsi dan arti dari setiap rambu melalui pengamatan, diskusi, dan praktik langsung.
“Kami ingin siswa tidak hanya hafal, tetapi juga benar-benar memahami dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lailan Fitri, S.Pd di sela kegiatan.
Kegiatan praktik ini juga dibuat menyerupai kondisi nyata di jalan raya. Siswa berperan sebagai pejalan kaki, pengendara, hingga petugas lalu lintas. Mereka tampak sangat bersemangat saat memeragakan cara menyeberang jalan yang benar, memahami lampu lalu lintas, serta mengenali rambu peringatan, larangan, dan petunjuk.
Kepala Madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M., mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh wali kelas 3B. Menurutnya, metode seperti ini sangat efektif dalam membangun pemahaman siswa sekaligus menanamkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas sejak dini.
“Pembelajaran aktif seperti ini sangat penting. Anak-anak belajar sambil bermain, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat,” ungkapnya.
Selain meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan ini juga melatih kerja sama, keberanian, serta kemampuan komunikasi antar siswa. Mereka belajar menyampaikan pendapat, bekerja dalam tim, dan mengambil keputusan secara bersama-sama.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa kelas 3B MIN 10 Asahan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan di jalan raya. Inovasi pembelajaran seperti ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat dikemas secara menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa.(na)