Loading...

  • Minggu, 26 April 2026

Kasi PAIS Kemenag Asahan Beri Kata Sambutan pada Seminar Moderasi Beragama dan sejarah Masuknya Islam di Nusantara melalui Barus di Aula SMA N 1 Plus Matauli

kasi pais beri sambutan

Kisaran (Humas). Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) Dr. Suwastati Sagala, S.Ag, M.Si. Beri Kata Sambutan pada Seminar moderasi beragama di Barus dan Sejarah masuknya Islam melalui Barus di Aula SMA N 1 Plus Matauli Pandan (27/06/2024).

Dalam sambutannya Kasi PAIS yang di dampingi oleh pengawas guru PAI Asahan dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AGPAII (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia ) Kab. Asahan Firdaus, M.Pd.I,  mengatakan bahwa sejumlah kota di tanah air menyimpan bukti sejarah penting terkait penyebaran Islam, salah satunya ada di Barus Kabupaten Tapanuli Tengah yang disebut sebagai kota Islam pertama di Nusantara.

“kota Barus yang terletak di pesisir barat sumatera utara memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara, oleh karenanya kegiatan seminar sehari ini mampu untuk memberikan edukasi kepada kita semua detail sejarah nantinya yang akan di sampaikan oleh pemateri”, kata Suwastati dihadapan para peserta yang merupakan guru PAI yang tergabung pada AGPAII Kab. Asahan.

Selain itu Suwastati juga mengatakan dalam dunia pendidikan tentu tidak dipungkiri akan pentingnya mengenal dan memahami sejarah setiap masa atau peradaban terdahulu khususnya sejarah masuknya Islam di Nusantara dari daerah yang tidak begitu jauh dari Asahan.

“sudah pasti kita selaku pendidik apatah lagi guru PAI wajib untuk mengetahui detail sejarah masuknya Islam di Barus ini langsung oleh ahlinya dan langsung melihat bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa Barus merupakan kota Islam pertama di Indonesia”, lanjut Suwastati.

Seminar ini menghadirkan pemateri dari wakil ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB) Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA.

Terakhir Suwastati berharap seminar ini benar-benar membawa dampak positif bagi guru-guru PAI dan bisa menularkan semangat menghargai dan mempelajari peninggalan sejarah penyebaran Islam pertama di Nusantara kepada peserta didik dan juga teman sejawat lainnya di Kab. Asahan.

Setelah selesai seminar, dilanjutkan stula (studi lapangan) ke museum Al Fanshuri di desa si Jago jago Situs Bongal.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post