Penyuluh agama Katolik sedang memberi penjelasan kepada remaja Katolik
Asahan (Humas BimKat). Kitab
Suci merupakan pedoman bagi setiap agama. Kitab Suci memiliki peran yang sangat
penting untuk semua umat. Dalam Gereja Katolik, Kitab Suci merupakan kisah
wahyu Allah yang dalam sejarah manusia, yang ditulis oleh
orang-orang di bawah inspirasi Roh Kudus, dan yang
terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melakukan penyuluhan
kepada remaja Katolik pada Selasa, 29 Juli 2025 di UPTD SMP N 3 Simpang Empat,
Desa Sungai Lama. Tema penyuluhan ialah Yesus adalah Kitab Suci dalam Gereja
Katolik. Penyuluhan berjalan dengan lancar dan kelompok binaan mengikuti
kegiatan penyuluhan dengan penuh antusias.
Dalam Gereja Katolik,
terdapat tiga (3) hal yang menjadi fondasi dalam menumbuhkan iman. Satu di
antara fondasi itu ialah Kitab Suci. Kitab Suci merupakan kisah wahyu Allah
dalam sejarah keselamatan manusia yang ditulis oleh orang-orang di bawah
bimbingan Roh Kudus. Jumlah Kitab Suci dalam Katolik yaitu 73 kitab yang
terdiri dari Kitab Suci Perjanjian Lama sebanyak 46 kitab dan Kitab Suci
Perjanjian Baru sebanyak 27 kitab.
Wawan ingin kelompok
binaan yang masih remaja dapat memahami pengertian mendasar tentang Kitab Suci,
jumlahnya, dan pembagiannya secara garis besar. Selama ini, mereka belum memahami
seutuhnya tentang Kitab Suci. Dengan penjelasan ini, Wawan berharap remaja
Katolik dapat semakin mencintai Kitab Suci. “Terkadang, remaja ini banyak yang
tidak tahu apa Kitab Suci dalam Katolik. Kalau ditanya, mereka bingung. Sesudah
itu, mereka tidak tahu berapa jumlahnya dan pembagiannya. Situasi ini cukup
memprihatinkan sebenarnya,” ungkap Wawan.
Dengan penjelasan yang diberikan
oleh Wawan sebagai penyuluh agama Katolik, semoga para remaja dapat memahami
hal-hal mendasar tentang Kitab Suci. “Saya berharap, para remaja semakin
mencintai Kitab Suci. Kitab Suci adalah sumber iman sehingga wajib kita tahu.
Kata Santo Hieronimus ‘Tidak mengenal Kitab Suci, maka tidak akan mengenal Kristus’.
Semoga kalian semakin suka membaca Kitab Suci,” tutup Wawan dalam penyuluhannya.
(AW)