Loading...

  • Selasa, 28 Juli 2026

Kakankemenag Asahan Buka Acara Monev di MTs Raudhatul Hasanah Kisaran, Tekankan Pentingnya Mutu dan Keikhlasan Guru

Fgbyhumaskemenagasahan

KISARAN (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) BOS dan BOP yang diselenggarakan di MTs Raudhatul Hasanah Kisaran, Selasa (28/07/26).
Dalam arahannya, Kakankemenag Asahan didampingi Kasi Penmad Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kehadiran seluruh pihak dalam agenda monev ini dinilai sebagai langkah nyata dan komitmen bersama untuk mewujudkan madrasah yang maju bersama dan tangguh bersama.
Lebih lanjut, Abdul Manan menegaskan bahwa seluruh proses monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh tim monev Penmad Kemenag Asahan wajib mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM). Evaluasi berbasis RKAM ini sangat penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pengelolaan program kerja dan anggaran pendidikan agar berjalan tepat sasaran.
Abdul Manan juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan madrasah secara nasional telah mengusung slogan yang sangat luar biasa, yaitu "Madrasah Maju, Berprestasi, dan Mendunia". Slogan ini hendaknya tidak hanya menjadi slogan semata, melainkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh pengelola pendidikan untuk terus meningkatkan taraf kualitas pendidikan di daerah.
Menurutnya, indikator utama kesuksesan belajar di madrasah adalah adanya peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan harapan orang tua. Madrasah harus mampu menjawab keinginan orang tua, di mana anak-anak yang sebelumnya belum bisa membaca Al-Qur'an menjadi mahir membacanya, serta yang belum terbiasa sholat menjadi tertib beribadah setelah mengenyam pendidikan di madrasah.
Terkait dengan semangat "Mendunia", Kakankemenag memberikan perspektif bahwa makna mendunia harus dimulai dari akar rumput. Madrasah yang mendunia adalah madrasah yang kehadirannya benar-benar dikenal, dirasakan manfaatnya, dan dicintai oleh masyarakat serta lingkungan sekitar madrasah terlebih dahulu.
Mengakhiri arahannya, Abdul Manan menekankan bahwa untuk memajukan madrasah diperlukan kerja sama yang solid, rasa kepedulian yang tinggi, serta asas kekeluargaan yang erat. Beliau berpesan agar pesan ini disampaikan kepada seluruh dewan guru untuk senantiasa mengajar dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, karena ketulusan guru adalah modal utama dalam mencetak generasi unggul dan memajukan madrasah.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post