Bersama Kadis Pendidikan Asahan, Pastor, dan Kemenag Asahan
Asahan (Humas BimKat). Bimas
Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama perwakilan Gereja
Katolik Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran melaksanakan audiensi dengan Dinas
Pendidikan Kabupaten Asahan untuk membahas penempatan guru Pendidikan Agama
Katolik di sekolah-sekolah negeri yang ada di Kabupaten Asahan pada Selasa
(21/07/2026). Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh
semangat kolaborasi. Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Asahan beserta jajaran di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut,
Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja,
menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah sekolah negeri di Kabupaten Asahan
yang memiliki peserta didik beragama Katolik, namun belum memperoleh layanan
pembelajaran Pendidikan Agama Katolik secara optimal karena keterbatasan guru.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan
agama sesuai dengan agama yang dianut merupakan amanat konstitusi dan peraturan
perundang-undangan. “Kami berharap melalui audiensi ini dapat terbangun sinergi
yang semakin kuat antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan Gereja
Katolik agar penempatan guru Pendidikan Agama Katolik di sekolah negeri dapat
direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan yang ada,” ujar Irawan.
Pihak Gereja Katolik
Paroki Sakramen Mahakudus Pastor Andreas Novem, O.Carm. dan Ketua 1 Dewan
Pastoral Paroki Harian, Sabam M. Nainggolan, S.Pd., M.Si. turut menyampaikan
dukungan terhadap upaya tersebut sebagai bentuk kepedulian bersama dalam
meningkatkan kualitas pembinaan iman peserta didik Katolik di lingkungan
sekolah. Selain membahas kebutuhan guru, pertemuan juga menjadi sarana untuk
menyampaikan data awal mengenai persebaran peserta didik Katolik di beberapa
sekolah negeri di Kabupaten Asahan. Data tersebut diharapkan dapat menjadi
dasar dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan terkait pemenuhan kebutuhan
guru Pendidikan Agama Katolik.
Menanggapi hal tersebut,
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, S.E., M.Si. menyambut
baik inisiatif yang dilakukan oleh Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten
Asahan bersama Gereja Katolik Paroki Kisaran. Ia menyatakan bahwa Dinas
Pendidikan berkomitmen untuk membangun koordinasi yang baik dengan seluruh
pemangku kepentingan dalam rangka memenuhi hak peserta didik memperoleh layanan
pendidikan agama. “Kami mengapresiasi langkah audiensi ini dan pada prinsipnya
setuju. Hal yang disampaikan sangant membantu tugas kami sebenarnya karena kekurangan
tenaga pendidika. Kami akan menindaklanjuti pertemuan kita hari ini. Dinas
Pendidikan siap berkoordinasi lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku agar
kebutuhan guru Pendidikan Agama Katolik di sekolah negeri dapat ditindaklanjuti
secara bertahap," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan.
Audiensi tersebut diakhiri
dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam
mendukung peningkatan layanan Pendidikan Agama Katolik di Kabupaten Asahan.
Seluruh pihak berharap sinergi yang telah terjalin dapat menghasilkan langkah-langkah
konkret bagi pemenuhan kebutuhan guru agama Katolik di sekolah negeri. Melalui
kolaborasi antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan Gereja Katolik,
diharapkan setiap peserta didik Katolik di Kabupaten Asahan memperoleh haknya
untuk mendapatkan pendidikan agama secara layak, berkelanjutan, dan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. (AW)