Sinergi Desa dan Madrasah, Pelepasan Siswa MIN 3 Asahan Berlangsung Semarak
Pulau Rakyat (Humas) – Sebanyak 53 siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan kegiatan Khatam Al-Quran sekaligus a...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Sebanyak
53 siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan
kegiatan Khatam Al-Quran sekaligus acara pelepasan siswa di Balai Desa Pulau
Rakyat Tua pada Sabtu (23/05). Kegiatan tahunan madrasah ini terlaksana secara lancar
karena seluruh sarana dan prasarana pendukungnya disediakan langsung oleh
Kepala Desa Pulau Rakyat Tua bersama Komite Madrasah.
Pelaksanaan
kegiatan pada tahun ini dirasakan sedikit berbeda dan jauh lebih spesial
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling mencolok
terletak pada kolaborasi yang luar biasa erat antara pihak madrasah dengan
unsur pemerintahan desa setempat serta pengurus komite. Seluruh fasilitas mulai
dari gedung pertemuan, video, hingga sistem tata suara dipersiapkan secara
matang tanpa membebankan pihak madrasah. Dukungan penuh dari pihak desa ini
menjadi bukti nyata adanya kepedulian yang sangat tinggi terhadap perkembangan
pendidikan agama di wilayah Pulau Rakyat Tua.
Keunikan lain yang mencuri
perhatian seluruh undangan yang hadir adalah pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) yang bertugas.
Pihak madrasah menampilkan kreativitas siswa yang memandu jalannya acara dengan
menggunakan tri langue atau
tiga bahasa sekaligus, yaitu bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Tidak hanya
kemampuan berbahasa, acara pelepasan ini juga disemarakkan dengan berbagai
penampilan seni tari tradisional dan kreasi modern. Pertunjukan seni tersebut
dibawakan secara apik oleh para siswa sebagai wadah unjuk bakat sekaligus bukti
nyata dari tingginya kreativitas yang diasah di MIN 3 Asahan.
Kepala Desa Pulau Rakyat
Tua, Hamzah Siagian, S.H., M.H., yang hadir langsung dalam acara tersebut
mengungkapkan rasa bangganya yang luar biasa melihat jalannya prosesi Khatam
Al-Quran ini. Ia sangat mengapresiasi talenta para siswa, mulai dari kepiawaian
MC multibahasa hingga penampilan seni tari yang memukau. Rasa syukur Hamzah
Siagian semakin berlipat ganda karena di dalam barisan prosesi khatam Al-Quran
tersebut, terdapat anaknya sendiri yang ikut serta sebagai peserta didik kelas
6.
"Jika kita sudah
membaca Al-Quran sampai khatam, jangan pula kita berhenti dalam membacanya di
rumah. Seharusnya, ketika sudah khatam, kita harus lagi rajin dalam membacanya,"
ujar Hamzah Siagian dihadapan para tamu undangan.
Kepala
MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., saat memberikan bimbingan dan
arahan. Ia menyampaikan pesan mendalam yang sangat menyentuh hati hingga
membuat beberapa orang tua murid dan guru tidak kuasa menahan tetesan air mata.
Ummiati Nasution mengingatkan para siswa bahwa selama enam tahun mengecap
pendidikan di madrasah, tentu sudah sangat banyak ilmu yang mereka peroleh dari
para guru. Oleh karena itu, tugas terbesar para siswa setelah keluar dari pintu
madrasah adalah mengamalkan ilmu-ilmu tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Ummiati juga
menekankan dengan sangat tegas agar tidak ada satu pun siswa yang mengakhiri
pendidikannya hanya sampai di tingkat ibtidaiyah. Ia sangat berharap agar seluruh
lulusan tahun ini wajib melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih
tinggi, baik di MTs maupun SMP.
"Selama
enam tahun kalian belajar di sini pasti banyak ilmu yang diperoleh, maka
amalkan ilmu tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai ada siswa
yang tamat pada tahun ini tidak menyambung ke jenjang berikutnya,"
tegasnya.
Tidak
lupa, Ummiati Nasution juga mengutarakan rasa terima kasih dan apresiasi
setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga pendidik di MIN 3 Asahan yang telah
mengabdi dengan tulus. Beliau memuji kesabaran para guru dalam membimbing siswa
dari yang awalnya tidak bisa membaca dan mengenal huruf, hingga menjadi
anak-anak yang cerdas dan fasih membaca Al-Quran.
Ummiati
meyakinkan para guru bahwa segala peluh dan perjuangan dalam mendidik anak-anak
bangsa ini tidak akan pernah sia-sia di mata Sang Pencipta. Ia menegaskan bahwa
seluruh pengorbanan bapak dan ibu guru pasti akan dibalas dengan pahala yang
berlipat ganda oleh Allah Swt.
Di
penghujung arahannya, Ummiati juga memberikan sebuah perumpamaan filosofis yang
sangat sarat akan makna mengenai posisi seorang pendidik. Ia menyatakan bahwa
sosok guru itu ibarat sebuah tangga yang kokoh, yang keberadaannya sengaja
disiapkan untuk mengantarkan para murid menuju puncak kesuksesan yang paling
tinggi. Maksud dari perumpamaan tersebut adalah menegaskan bahwa guru telah
menyediakan sarana, ilmu, dan jalan terbaik bagi masa depan siswa. Namun,
keberhasilan itu kembali kepada diri siswa sendiri; jika siswa tersebut tidak
memiliki kemauan dan usaha untuk menaiki tangga tersebut dengan belajar
sungguh-sungguh, maka mereka selamanya tidak akan pernah bisa mencapai puncak
cita-cita yang mereka impikan. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Sebanyak 53 siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan kegiatan Khatam Al-Quran sekaligus a...
Pulau Rakyat (Humas) – Segenap tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bangunan bu...
Pulau Rakyat (Humas) – Sebanyak 32 siswa kelas 4 hingga kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan secara rutin mengikuti kegiatan ek...