Loading...

  • Senin, 25 Mei 2026

Sinergi Desa dan Madrasah, Pelepasan Siswa MIN 3 Asahan Berlangsung Semarak

foto bersama seluruh siswa kelas 6 dengan wali kelas

Pulau Rakyat (Humas) – Sebanyak 53 siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan kegiatan Khatam Al-Quran sekaligus acara pelepasan siswa di Balai Desa Pulau Rakyat Tua pada Sabtu (23/05). Kegiatan tahunan madrasah ini terlaksana secara lancar karena seluruh sarana dan prasarana pendukungnya disediakan langsung oleh Kepala Desa Pulau Rakyat Tua bersama Komite Madrasah.

Pelaksanaan kegiatan pada tahun ini dirasakan sedikit berbeda dan jauh lebih spesial dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling mencolok terletak pada kolaborasi yang luar biasa erat antara pihak madrasah dengan unsur pemerintahan desa setempat serta pengurus komite. Seluruh fasilitas mulai dari gedung pertemuan, video, hingga sistem tata suara dipersiapkan secara matang tanpa membebankan pihak madrasah. Dukungan penuh dari pihak desa ini menjadi bukti nyata adanya kepedulian yang sangat tinggi terhadap perkembangan pendidikan agama di wilayah Pulau Rakyat Tua.

Keunikan lain yang mencuri perhatian seluruh undangan yang hadir adalah pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) yang bertugas. Pihak madrasah menampilkan kreativitas siswa yang memandu jalannya acara dengan menggunakan tri langue atau tiga bahasa sekaligus, yaitu bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Tidak hanya kemampuan berbahasa, acara pelepasan ini juga disemarakkan dengan berbagai penampilan seni tari tradisional dan kreasi modern. Pertunjukan seni tersebut dibawakan secara apik oleh para siswa sebagai wadah unjuk bakat sekaligus bukti nyata dari tingginya kreativitas yang diasah di MIN 3 Asahan.

Kepala Desa Pulau Rakyat Tua, Hamzah Siagian, S.H., M.H., yang hadir langsung dalam acara tersebut mengungkapkan rasa bangganya yang luar biasa melihat jalannya prosesi Khatam Al-Quran ini. Ia sangat mengapresiasi talenta para siswa, mulai dari kepiawaian MC multibahasa hingga penampilan seni tari yang memukau. Rasa syukur Hamzah Siagian semakin berlipat ganda karena di dalam barisan prosesi khatam Al-Quran tersebut, terdapat anaknya sendiri yang ikut serta sebagai peserta didik kelas 6.

"Jika kita sudah membaca Al-Quran sampai khatam, jangan pula kita berhenti dalam membacanya di rumah. Seharusnya, ketika sudah khatam, kita harus lagi rajin dalam membacanya," ujar Hamzah Siagian dihadapan para tamu undangan.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., saat memberikan bimbingan dan arahan. Ia menyampaikan pesan mendalam yang sangat menyentuh hati hingga membuat beberapa orang tua murid dan guru tidak kuasa menahan tetesan air mata. Ummiati Nasution mengingatkan para siswa bahwa selama enam tahun mengecap pendidikan di madrasah, tentu sudah sangat banyak ilmu yang mereka peroleh dari para guru. Oleh karena itu, tugas terbesar para siswa setelah keluar dari pintu madrasah adalah mengamalkan ilmu-ilmu tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Ummiati juga menekankan dengan sangat tegas agar tidak ada satu pun siswa yang mengakhiri pendidikannya hanya sampai di tingkat ibtidaiyah. Ia sangat berharap agar seluruh lulusan tahun ini wajib melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, baik di MTs maupun SMP.

"Selama enam tahun kalian belajar di sini pasti banyak ilmu yang diperoleh, maka amalkan ilmu tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai ada siswa yang tamat pada tahun ini tidak menyambung ke jenjang berikutnya," tegasnya.

Tidak lupa, Ummiati Nasution juga mengutarakan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga pendidik di MIN 3 Asahan yang telah mengabdi dengan tulus. Beliau memuji kesabaran para guru dalam membimbing siswa dari yang awalnya tidak bisa membaca dan mengenal huruf, hingga menjadi anak-anak yang cerdas dan fasih membaca Al-Quran.

Ummiati meyakinkan para guru bahwa segala peluh dan perjuangan dalam mendidik anak-anak bangsa ini tidak akan pernah sia-sia di mata Sang Pencipta. Ia menegaskan bahwa seluruh pengorbanan bapak dan ibu guru pasti akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah Swt.

Di penghujung arahannya, Ummiati juga memberikan sebuah perumpamaan filosofis yang sangat sarat akan makna mengenai posisi seorang pendidik. Ia menyatakan bahwa sosok guru itu ibarat sebuah tangga yang kokoh, yang keberadaannya sengaja disiapkan untuk mengantarkan para murid menuju puncak kesuksesan yang paling tinggi. Maksud dari perumpamaan tersebut adalah menegaskan bahwa guru telah menyediakan sarana, ilmu, dan jalan terbaik bagi masa depan siswa. Namun, keberhasilan itu kembali kepada diri siswa sendiri; jika siswa tersebut tidak memiliki kemauan dan usaha untuk menaiki tangga tersebut dengan belajar sungguh-sungguh, maka mereka selamanya tidak akan pernah bisa mencapai puncak cita-cita yang mereka impikan. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post