Khidmat dan Penuh Makna, MIN 5 Asahan Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT ke-81 RI
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 As...
Loading...
Hessa
Perlompongan (Humas). Semangat pelestarian budaya dan kearifan lokal
bergelora di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan. Pada hari
yang penuh keceriaan, siswa-siswi kelas 5B sukses melaksanakan puncak kegiatan Proyek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kearifan Lokal. Sebagai bentuk nyata pembelajaran, mereka
menampilkan dua tarian tradisional daerah yang ikonik Tari Sinanggar Tulo untuk siswi perempuan dan Tari Cublak-Cublak Suweng untuk siswa
laki-laki.Sabtu (29/11/2025).
Kegiatan P5 merupakan
implementasi dari Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk membentuk Profil
Pelajar Pancasila pada diri peserta didik. Dalam proyek bertema kearifan lokal
ini, para siswa tidak hanya diajarkan untuk menghafal sejarah, tetapi juga untuk
merasakan dan mempraktikkan langsung kekayaan budaya Indonesia.
Kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin
Hasibuan, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi. “P5 ini
adalah jembatan bagi anak-anak kita untuk mencintai Indonesia seutuhnya.
Melalui tarian ini, mereka belajar tentang kerjasama, disiplin, dan yang paling
penting, rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa. Tema kearifan lokal ini
kami angkat dengan keberagaman budayanya, adalah ladang pembelajaran yang kaya”,
ujar Tohir.
Kelompok siswi perempuan kelas 5
B tampil memukau dengan Tari Sinanggar
Tulo. Tarian yang berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara ini, dikenal
dengan irama gondang Batak yang ceria dan lincah. Dengan balutan pakaian adat
yang mempesona, para siswi memperagakan gerakan yang energik dan penuh senyum.
Sementara itu, kelompok siswa
laki-laki menyuguhkan penampilan yang tak kalah menarik dengan Tari Cublak-Cublak Suweng. Meskipun
tarian ini sering diasosiasikan dengan Jawa Tengah, penampilannya disajikan
dengan interpretasi yang segar dan penuh makna. Tarian ini diangkat dari
permainan tradisional, yang ternyata menyimpan filosofi mendalam tentang
pencarian harta sejati yang tidak terletak pada kekayaan material.
Para siswa laki-laki tampil
dengan ekspresi serius dan gerakan yang lebih bersifat bermain, mengikuti
melodi tembang dolanan anak-anak yang khas. Mereka mengenakan pakaian yang
sederhana namun identik dengan suasana permainan tradisional, berhasil
menciptakan suasana nostalgia dan hangat.
Keberhasilan pementasan ini tidak
lepas dari peran penting Wali Kelas 5 B, Muhammad Riva’I, S,Pd., beliau
menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi dan kolaborasi yang
ditunjukkan oleh murid-muridnya.
"Saya sangat terharu melihat totalitas dan kerja keras anak-anak.
Mereka tidak hanya menghafal gerakan, tetapi mereka menghidupi nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya. Siswi-siswi belajar kelincahan dan keceriaan Batak
melalui Sinanggar Tulo, sementara siswa-siswa belajar filosofi hidup sederhana
melalui Cublak-Cublak Suweng," ujar Rivai.
Acara diakhiri dengan tepuk tangan meriah, MIN 5 Asahan berharap kegiatan P5 ini dapat terus memupuk generasi muda yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan bangga akan identitas budaya Indonesia.(nm)
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 As...
asana riang gembira dan sorak-sorai memenuhi area lapangan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada perayaan puncak Hari Ulang Tahun (...
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, suasana berbeda dan penuh makna tampak di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (...