Memperkuat Literasi Keagamaan, Kakankemenag Asahan Buka Pelatihan Bilal Mayit di Kecamatan Buntu Pane
Bilal mayit
Loading...
Asahan (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan dan pembinaan spiritual bagi masyarakat hingga ke tingkat kecamatan. Hal tersebut dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Bilal Mayit yang digagas oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Buntu Pane, Rabu (21/10/26). Kegiatan keagamaan yang krusial ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, dengan dihadiri oleh Camat Buntu Pane serta Kepala KUA Buntu Pane beserta jajaran.
Dalam pengarahannya, Kakankemenag memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta pelatihan yang bersedia mendedikasikan diri dalam tugas mulia ini. Beliau menekankan bahwa profesi bilal jenazah merupakan bentuk pengabdian tulus yang sangat membutuhkan ketulusan dan keikhlasan niat. Tugas sebagai pemulasara jenazah ini adalah sebuah pekerjaan mulia yang sering kali berjalan tanpa mengharapkan imbalan materi maupun pujian dari sesama manusia.
Lebih lanjut, Kakankemenag menegaskan bahwa di balik kesederhanaannya, posisi bilal jenazah sebenarnya adalah sebuah pekerjaan yang sangat bergengsi dan memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT. Sayangnya, tidak semua orang memiliki keberanian dan minat untuk mempelajari serta menjalankan amanah penting ini secara konsisten. Oleh karena itu, keberadaan para bilal mayit di tengah masyarakat merupakan benteng utama dalam menjaga kesempurnaan pelaksanaan ibadah fardhu kifayah.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, Abdul Manan berharap keilmuan dan pemahaman tata cara pengurusan jenazah para peserta dapat meningkat secara signifikan. Para peserta dibekali dengan teori serta praktikum yang sesuai dengan syariat Islam agar tidak terjadi keraguan saat terjun langsung di masyarakat. Peningkatan kompetensi ini diharapkan mampu menjawab tantangan minimnya tenaga pemulasara jenazah yang terampil dan bersertifikasi di wilayah pedesaan.
Selain peningkatan pemahaman teknis, pelatihan ini juga dirancang untuk memperluas wawasan dan edukasi keagamaan bagi para peserta secara menyeluruh. Kakankemenag berharap setelah mengikuti pembinaan ini, para peserta tidak hanya mampu memandikan dan mengkafani jenazah untuk diri sendiri atau keluarga terdekat. Lebih dari itu, bapak dan ibu peserta diharapkan siap menjadi pembimbing utama serta rujukan masyarakat dalam setiap pelaksanaan fardhu kifayah di lingkungannya masing-masing.
Apresiasi juga datang dari Camat Buntu Pane yang turut hadir dan memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Pemerintah kecamatan menilai bahwa pelatihan ini sangat penting dalam menjaga nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial religius di tengah warga Buntu Pane. Sinergi antara KUA, pihak kecamatan, dan tokoh masyarakat ini diharapkan dapat terus terjalin demi terciptanya kehidupan beragama yang harmonis dan terarah.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Buntu Pane menyampaikan rasa terima kasih atas arahan dan bimbingan yang telah disampaikan oleh Kakankemenag Asahan. Pihak KUA berkomitmen untuk terus mengawal pembinaan keagamaan berkelanjutan bagi para peserta pascapelatihan selesai dilaksanakan. Seluruh rangkaian acara pembukaan pelatihan berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh kekeluargaan hingga sesi materi dimulai.(FR)
Bilal mayit
Pesparawi
Pengukuhan paskibraka