Memperkuat Literasi Keagamaan, Kakankemenag Asahan Buka Pelatihan Bilal Mayit di Kecamatan Buntu Pane
Bilal mayit
Loading...
Asahan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., menerima audiens serta silaturahmi dari Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Asahan di ruang kerjanya. Pertemuan hangat tersebut berlangsung dalam rangka melakukan koordinasi serta persiapan jelang pelaksanaan ajang seni budaya keagamaan tersebut. Dalam kesempatan itu, pihak panitia menyampaikan laporan perkembangan persiapan teknis yang telah dan sedang berjalan hingga saat ini, Kamis (21/10/26).
Panitia Pesparawi secara resmi menyampaikan bahwa gelaran acara puncak dijadwalkan akan berlangsung pada 7 November 2026 mendatang. Berbagai persiapan tempat, kesiapan para peserta dari berbagai kecamatan, serta teknis perlombaan telah dimatangkan secara bertahap. Pihak panitia berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses tanpa hambatan berarti.
Menanggapi pemaparan tersebut, Kakankemenag menyambut baik kedatangan panitia dan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi yang ditunjukkan. Beliau memastikan akan mengagendakan kehadiran secara langsung dalam ajang bergengsi tersebut. Selain itu, Kakankemenag menekankan bahwa jajarannya siap memberikan dukungan penuh guna menyukseskan seluruh rangkaian acara Pesparawi Kabupaten Asahan.
Dalam arahannya, Kakankemenag menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan keagamaan seperti Pesparawi adalah membina kerukunan dan mempererat rasa persaudaraan. Nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas harus menjadi prioritas utama yang melandasi setiap babak kompetisi. Oleh karena itu, suasana kekeluargaan dan kedamaian diharapkan dapat mewarnai seluruh jalannya ajang tersebut.
Secara khusus, beliau menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas, kejujuran, dan rasa keadilan selama ajang penampilan bakat bernyanyi ini berlangsung. Beliau menyampaikan bahwa meraih prestasi yang tinggi bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan sebuah ajang keagamaan. Hal yang jauh lebih penting adalah proses kompetisi yang berjalan secara sportif, transparan, dan terbebas dari segala bentuk kecurangan.
Abdul Manan menambahkannya bahwa pencapaian prestasi yang diraih melalui cara-cara tidak jujur justru akan mencederai nilai-nilai luhur agama itu sendiri. Kakankemenag berharap dewan juri dan seluruh panitia dapat bertindak objektif serta profesional dalam memberikan penilaian. Dengan demikian, ajang ini dapat melahirkan juara sejati yang membanggakan serta diakui oleh semua pihak.
Audiensi tersebut ditutup dengan foto bersama dan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk terus berkoordinasi secara intensif. Panitia Pesparawi yang diketuai oleh Marintan Simanjuntak, M.Pd.K., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat serta arahan berharga yang diberikan oleh Kakankemenag Asahan. Diharapkan kegiatan yang berlangsung pada 7 November 2026 mendatang dapat berjalan dengan aman, damai, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Asahan. (FR)
Bilal mayit
Pesparawi
Pengukuhan paskibraka