Loading...

  • Selasa, 02 Juni 2026

Bimas Kristen: Merawat Jiwa di Tengah Proses Pemulihan: Sinergi Bimas Kristen dan Penyuluh Agama Kristen dalam Pembinaan Rohani Pasien RSUD Permata Hati

Bersama para pasien rawat inap

Asahan (02/06/2026) Dalam upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh aspek spiritual masyarakat, Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan bersama para Penyuluh Agama Kristen melaksanakan kegiatan pembinaan rohani bagi pasien Kristen yang sedang menjalani perawatan inap di RSUD Permata Hati, Kabupaten Asahan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang holistik dan humanis, khususnya bagi masyarakat yang sedang menghadapi pergumulan kesehatan. Melalui ibadah singkat, doa bersama, pembacaan firman Tuhan, serta pendampingan pastoral, para pasien memperoleh penguatan spiritual yang diharapkan dapat meningkatkan ketenangan batin dan optimisme dalam menjalani proses penyembuhan.

Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.Pd.K., menyampaikan bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup dimensi psikologis dan spiritual. Oleh karena itu, pembinaan rohani menjadi salah satu bentuk pelayanan yang penting dalam membantu pasien membangun semangat, pengharapan, dan keteguhan iman di tengah masa perawatan.

“Pendampingan rohani merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan yang bertujuan memberikan penghiburan, kekuatan, serta harapan kepada pasien. Ketika seseorang menghadapi sakit, dukungan spiritual dapat menjadi sumber motivasi yang membantu mereka menjalani proses pemulihan dengan lebih baik,” ujarnya.

Dalam perspektif ilmiah, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan spiritual memiliki hubungan yang erat dengan kondisi psikologis seseorang. Kehadiran dukungan keagamaan dan spiritual dapat membantu mengurangi kecemasan, meningkatkan ketahanan mental, serta memperkuat sikap positif dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan.

Para pasien dan keluarga menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku merasa terhibur dan memperoleh kekuatan baru melalui doa serta pesan-pesan rohani yang disampaikan. Suasana penuh kehangatan dan kepedulian tampak mewarnai setiap sesi pembinaan yang berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan berharap pelayanan keagamaan tidak hanya hadir di rumah ibadah, tetapi juga menjangkau ruang-ruang pelayanan publik, termasuk rumah sakit, sehingga nilai-nilai kasih, kepedulian, dan pengharapan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan pembinaan rohani ini menjadi wujud nyata sinergi antara pelayanan keagamaan dan pelayanan kesehatan dalam mendukung terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.(DR) 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 27 February 2025
Lihat Semua Post