Bimas Kristen: Pelantikan Panitia PESPARAWI Kabupaten Asahan: Penyelenggara Bimas Kristen Dipercaya Menakhodai Kepanitiaan
Mengusung semangat pelayanan, kebersamaan, dan pujian bagi kemuliaan Tuhan
Loading...
Asahan (14/07/2026)– Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.Pd.K., menghadiri pelantikan Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Kabupaten Asahan Tahun 2026 sekaligus dikukuhkan sebagai Ketua Panitia PESPARAWI Kabupaten Asahan Tahun 2026. Prosesi pelantikan dilaksanakan secara resmi oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Asahan, Nasip Tampubolon, S.H., K.N.
Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis dalam menandai dimulainya tahapan persiapan PESPARAWI Kabupaten Asahan Tahun 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pembinaan kehidupan keagamaan melalui pengembangan seni budaya gerejawi yang berlandaskan nilai-nilai iman Kristen, profesionalisme, dan kolaborasi.
Dalam sambutannya, Ketua LPPD Kabupaten Asahan, Nasip Tampubolon, S.H., K.N., menyampaikan bahwa kepanitiaan yang telah dilantik diharapkan mampu bekerja secara solid, akuntabel, dan penuh dedikasi untuk mempersiapkan penyelenggaraan PESPARAWI yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan PESPARAWI sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, LPPD, gereja, serta seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai Ketua Panitia, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.Pd.K., menyampaikan komitmennya untuk mengemban amanah tersebut dengan semangat pelayanan, integritas, dan tanggung jawab. Menurutnya, PESPARAWI merupakan media strategis untuk membina spiritualitas umat melalui seni musik gerejawi sekaligus mengembangkan potensi, kreativitas, dan karakter peserta dalam memuliakan Tuhan.
"PESPARAWI bukan sekadar perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga sarana pembinaan iman, penguatan karakter, dan pengembangan talenta umat Kristen. Oleh karena itu, seluruh panitia akan bekerja secara profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan agar PESPARAWI Kabupaten Asahan Tahun 2026 dapat terselenggara dengan sukses dan menghasilkan prestasi yang membanggakan," ujar Marintan.
Dari perspektif akademik, PESPARAWI memiliki fungsi strategis sebagai instrumen pembinaan keagamaan yang mengintegrasikan dimensi spiritual, edukatif, sosial, dan budaya. Melalui musik gerejawi, nilai-nilai teologis tidak hanya dihayati dalam bentuk ibadah, tetapi juga diwujudkan dalam pembentukan karakter, penguatan persaudaraan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.
Dengan telah dilantiknya panitia, diharapkan seluruh proses persiapan dapat berjalan secara terencana, efektif, dan berkelanjutan. Sinergi antara LPPD Kabupaten Asahan, Kementerian Agama Kabupaten Asahan, gereja-gereja, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan PESPARAWI Tahun 2026 yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembinaan kehidupan keagamaan serta memperkokoh kerukunan dan persatuan di Kabupaten Asahan.(DR)
Mengusung semangat pelayanan, kebersamaan, dan pujian bagi kemuliaan Tuhan
Mengawali pekan dengan doa, menguatkan pelayanan melalui koordinasi.
"Menghadirkan kasih Kristus melalui pendampingan rohani bagi pasien dan keluarga."