Kakankemenag Asahan Lakukan Monev BOS di MTs Al-Washliyah 64 Pasar Lembu, Tegaskan Pentingnya Mutu dan Sarpras Madrasah
Monev bos
Loading...
ASAHAN — Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Asahan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah di MTs Al-Washliyah 64 Pasar Lembu yang diikuti oleh 39 madrasah dari Kecamatan Air Joman dan Silau Laut, Rabu (22/07/26). Agenda ini menjadi momentum penting untuk meninjau efektivitas penggunaan dana bantuan sekaligus memberikan pembinaan langsung kepada jajaran pengelola madrasah, kepala sekolah, serta para tenaga pendidik.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kankemenag (Kakankemenag) Asahan H. Abdul Manan, MA., menyampaikan sambutan dan arahan strategis terkait penguatan kualitas pendidikan Islam didampingi Kasi Penmad Dr. Hj. Sri Muchlis, M. I. Kom. Beliau menekankan pentingnya modernisasi sarana dan prasarana madrasah. Menurutnya, pembenahan fisik yang representatif dan fasilitas belajar yang memadai merupakan fondasi utama untuk meningkatkan daya tarik masyarakat dalam memercayakan pendidikan anak-anak mereka di madrasah.
Selain pembangunan fisik, Kakankemenag Asahan menjabarkan dua pilar utama dalam mewujudkan madrasah yang bermutu. Pilar pertama berfokus pada pembentukan karakter dan pembiasaan keagamaan peserta didik. Madrasah diharapkan mampu mengedepankan program-program unggulan seperti pendalaman Al-Qur'an, penegakan sholat beregu, hingga pelatihan adzan guna mencetak generasi yang taat dan berakhlak mulia.
Pilar mutu yang kedua terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, yakni para guru dan tenaga kependidikan. Pendidik dituntut untuk terus mengasah kompetensinya agar mampu menggali dan mengembangkan potensi siswa secara optimal. Kualitas pembelajaran yang adaptif dan inovatif dianggap sebagai kunci utama dalam mencetak lulusan yang berprestasi dan berdaya saing tinggi.
Di samping kompetensi pedagogik dan profesional, Abdul Manan memberikan perhatian khusus pada kompetensi sosial para guru. Beliau menegaskan bahwa kepekaan dan keterlibatan aktif guru dalam berinteraksi sosial baik dengan lingkungan sekolah maupun warga sekitar akan menjadi nilai tambah dan daya tarik tersendiri yang mampu mendongkrak reputasi madrasah di mata publik.
Lebih lanjut, Abdul Manan mengulas kembali tagline kepemimpinan mengenai visi Madrasah Mendunia. Kakankemenag meluruskan bahwa makna mendunia tidak selalu diartikan secara harfiah hingga melangkah ke luar negeri. Maksud mendalam dari konsep tersebut adalah melahirkan alumni madrasah yang kiprahnya dikenal luas, memiliki nilai kebermanfaatan nyata, serta mampu memberikan kontribusi positif di tengah-tengah masyarakat dan umat.
Menutup arahannya, Kakankemenag Asahan mengajak seluruh madrasah untuk berperan aktif mendukung dan mensukseskan program prioritas pemerintah, khususnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Beliau mengingatkan bahwa sajian yang berkualitas tidak harus berlebihan dari segi kuantitas, melainkan berfokus pada kecukupan gizi yang seimbang demi mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar para siswa.(FR)
Monev bop dan bos
Monev nr kua