Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

Warga MIN 3 Asahan Susun Buku Perpustakaan Jelang Relokasi KBM

Kepala MIN 3 Asahan turut serta membantu guru dalam menyusun buku diperpustakaan madrasah

Pulau Rakyat (Humas) – Seluruh guru dan staf tata usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan bergotong-royong menyusun ribuan buku di perpustakaan madrasah. Kegiatan ini merupakan persiapan penting menjelang relokasi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. Relokasi ini diperlukan karena adanya proyek pembangunan dan renovasi besar-besaran di MIN 3 Asahan yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). (17/09/2025)

 

Para pendidik dan staf TU bekerja sama dengan teliti untuk mengklasifikasi setiap buku. Tahap awal yang paling krusial adalah memisahkan buku-buku yang tergolong Barang Milik Negara (BMN) dari yang tidak termasuk BMN. Proses ini sangat penting untuk memastikan semua aset negara tercatat dengan benar sebelum dipindahkan. Klasifikasi ini juga memudahkan proses inventarisasi dan pemeliharaan aset madrasah di masa depan.

 

Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa persiapan ini adalah bagian dari strategi untuk meminimalisir risiko dan memastikan seluruh aset madrasah khususnya koleksi buku diperpustakaan tetap aman dan tertata dengan rapi.


“Kami tidak ingin ada kendala saat proses relokasi. Semua harus terencana dengan baik dan kami ingin memastikan semua buku, baik yang masuk kategori Barang Milik Negara (BMN) maupun yang bukan, dapat tertata dengan rapi sebelum proses relokasi dimulai. Dengan begitu, tidak ada yang tercecer ataupun hilang” ujarnya.


Di sisi lain, Siti Munawarah Tambunan, S.Pd., selaku Penanggung Jawab Aset BMN, mengungkapkan pentingnya klasifikasi aset untuk menghindari terjadinya kehilangan atau kerusakan saat proses pemindahan berlangsung.

 

“Buku yang tercatat sebagai BMN memiliki kode inventaris resmi, sehingga harus diperlakukan lebih hati-hati. Kami juga mendata buku hibah dan sumbangan yang tidak termasuk BMN agar semuanya terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.


Siti Munawarah Tambunan menjelaskan lebih lanjut, proses klasifikasi ini tidak hanya berlaku untuk buku, tetapi juga untuk seluruh aset madrasah lainnya.


"Kami sedang melakukan inventarisasi menyeluruh. Semua perabotan, peralatan, dan fasilitas akan dicatat dan diklasifikasikan dengan teliti, sehingga memudahkan pengelolaan ke depan " tegasnya.

 

Siti Munawarah menambahkan, proses klasifikasi dilakukan dengan memberikan label dan kode inventaris pada setiap buku. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pemindahan serta menghindari potensi kehilangan maupun kerusakan aset. 

"Pemberian label dan kode inventaris pada setiap buku adalah langkah penting dalam proses pengorganisasian. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemindahan koleksi buku serta mencegah kehilangan atau kerusakan. Proses pendataan ini berjalan lancar berkat kerja sama yang solid antara guru dan staf," kata Siti Munawarah.


Siti melanjutkan bahwa, kegiatan penyusunan buku perpustakaan ini ditargetkan selesai 2 hari kedepan dan kemudian akan dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post