Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau
Rakyat (Humas) – Seluruh guru dan staf tata usaha Madrasah Ibtidaiyah Negeri
(MIN) 3 Asahan bergotong-royong menyusun ribuan buku di perpustakaan madrasah.
Kegiatan ini merupakan persiapan penting menjelang relokasi kegiatan belajar
mengajar (KBM) yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. Relokasi ini diperlukan
karena adanya proyek pembangunan dan renovasi besar-besaran di MIN 3 Asahan
yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). (17/09/2025)
Para
pendidik dan staf TU bekerja sama dengan teliti untuk mengklasifikasi setiap
buku. Tahap awal yang paling krusial adalah memisahkan buku-buku yang tergolong
Barang Milik Negara (BMN) dari yang tidak termasuk BMN. Proses ini sangat
penting untuk memastikan semua aset negara tercatat dengan benar sebelum
dipindahkan. Klasifikasi ini juga memudahkan proses inventarisasi dan
pemeliharaan aset madrasah di masa depan.
Kepala
MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa persiapan ini
adalah bagian dari strategi untuk meminimalisir risiko dan memastikan seluruh
aset madrasah khususnya koleksi buku diperpustakaan tetap aman dan tertata
dengan rapi.
“Kami tidak ingin ada kendala saat proses relokasi. Semua harus terencana
dengan baik dan kami ingin memastikan semua buku, baik yang masuk kategori
Barang Milik Negara (BMN) maupun yang bukan, dapat tertata dengan rapi sebelum
proses relokasi dimulai. Dengan begitu, tidak ada yang tercecer ataupun hilang”
ujarnya.
Di sisi lain, Siti Munawarah Tambunan, S.Pd., selaku Penanggung Jawab Aset BMN,
mengungkapkan pentingnya klasifikasi aset untuk menghindari terjadinya
kehilangan atau kerusakan saat proses pemindahan berlangsung.
“Buku
yang tercatat sebagai BMN memiliki kode inventaris resmi, sehingga harus
diperlakukan lebih hati-hati. Kami juga mendata buku hibah dan sumbangan yang
tidak termasuk BMN agar semuanya terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.
Siti Munawarah Tambunan menjelaskan lebih lanjut, proses klasifikasi ini tidak
hanya berlaku untuk buku, tetapi juga untuk seluruh aset madrasah lainnya.
"Kami sedang melakukan inventarisasi menyeluruh. Semua perabotan,
peralatan, dan fasilitas akan dicatat dan diklasifikasikan dengan teliti,
sehingga memudahkan pengelolaan ke depan " tegasnya.
Siti
Munawarah menambahkan, proses klasifikasi dilakukan dengan memberikan label dan
kode inventaris pada setiap buku. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses
pemindahan serta menghindari potensi kehilangan maupun kerusakan aset.
"Pemberian
label dan kode inventaris pada setiap buku adalah langkah penting dalam proses
pengorganisasian. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemindahan koleksi buku
serta mencegah kehilangan atau kerusakan. Proses pendataan ini berjalan lancar
berkat kerja sama yang solid antara guru dan staf," kata Siti Munawarah.
Siti melanjutkan bahwa, kegiatan penyusunan buku perpustakaan ini ditargetkan selesai 2 hari kedepan dan kemudian akan dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...