Loading...

  • Selasa, 21 Juli 2026

Tegaskan Transparansi BOP dan BOS, Kakankemenag Asahan: Pengelolaan Dana Harus Efektif, Akuntabel, dan Bermutu

Fgbyhumaskemenagasahan

Kisaran (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Periode Januari–Juni 2026, Senin (20/07/2026). Kegiatan yang dipusatkan di MIS Islamiyah Hessa Air Genting ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan kepala madrasah dari 66 madrasah swasta maupun negeri di lingkungan Kemenag Asahan.
Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Kantor Kemenag (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., didampingi Kasi Penmad Dr.Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom., menekankan pentingnya disiplin anggaran di setiap lembaga pendidikan. Beliau menegaskan bahwa penggunaan dana hibah seperti BOS dan BOP wajib berpatokan penuh pada pedoman Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM). Menurutnya, tidak boleh ada program atau belanja yang keluar dari koridor RKAM yang telah dirancang dan disetujui bersama.
Lebih lanjut, Kakankemenag menekankan empat pilar utama dalam pengelolaan keuangan negara di lingkungan madrasah, yakni akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, serta kepatuhan pada regulasi. Pengelolaan anggaran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud nyata komitmen Kemenag dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan terpercaya (clean government).
Di hadapan para kepala madrasah dan bendahara yang hadir, Abdul Manan meluruskan persepsi mengenai pelaksanaan monev tersebut. Beliau menegaskan bahwa kehadiran tim monitoring bukan untuk menakut-nakuti atau mencari kesalahan para pengelola madrasah. Sebaliknya, agenda monev ini bertujuan sebagai wadah pendampingan untuk memetakan kendala teknis di lapangan sekaligus memberikan solusi terbaik jika terjadi hambatan dalam tata kelola dana BOS maupun BOP.
Guna mewujudkan tata kelola yang optimal,  Abdul Manan mengimbau agar seluruh kepala madrasah tidak berjalan sendiri. Sinergi dan komunikasi yang erat antara pimpinan dan tenaga pendidik (guru) menjadi kunci utama. Menurutnya, kepala madrasah harus mampu merangkul seluruh staf dan guru untuk saling bergandeng tangan, bergotong royong, serta transparan dalam merencanakan dan mengeksekusi program demi kemajuan bersama.
Selain tertib administrasi, Kakankemenag juga menyoroti pentingnya dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Anggaran yang dialokasikan harus berdampak langsung pada pembenahan mutu madrasah. Beliau mendorong setiap madrasah agar tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban belajar-mengajar, tetapi juga memiliki keistimewaan, keunggulan lokal, serta ciri khas keislaman yang kuat sehingga mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.
Mengakhiri bimbingannya, Abdul Manan memberikan peringatan tegas sekaligus dorongan motivasi kepada seluruh jajaran kepala madrasah. Beliau mengingatkan bahwa tanpa adanya upaya maksimal dan inovasi nyata dari pimpinan madrasah untuk terus berkembang, pengelolaan lembaga yang lambat dan asal-asalan bukan tidak mungkin akan menjadi "bumerang" yang merugikan kepemimpinan mereka di masa mendatang. Oleh karena itu, komitmen kerja keras dan integritas tinggi mutlak diperlukan demi masa depan pendidikan madrasah yang unggul. (FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post