Melalui Majelis Taklim Al-Ikhlas, Penyuluh Agama Ajak Jamaah Memahami Keutamaan Bulan Safar
Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim
Loading...
Kisaran ( Humas ) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Erwin Lubis dan Mujianto, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan rohani dan motivasi kepada pasien di Rumah Sakit Permata Hati Kisaran, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kepenyuluhan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan di masjid dan majelis taklim, tetapi juga menghadirkan pendampingan spiritual bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Melalui nasihat keagamaan, doa, dan motivasi, para penyuluh mengajak pasien untuk senantiasa bersabar, bertawakal, serta memperkuat keyakinan kepada Allah SWT dalam menghadapi ujian sakit.
Dalam kesempatan tersebut, para pasien dan keluarga diajak untuk memperbanyak doa serta menjaga semangat dalam ikhtiar memperoleh kesembuhan. Salah satu doa yang dibacakan adalah:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun."
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelayanan penyuluhan agama di rumah sakit merupakan bagian dari implementasi tugas dan fungsi Kementerian Agama dalam memberikan layanan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan.
"Penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan dakwah di masjid atau majelis taklim, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan penguatan spiritual. Kehadiran penyuluh di rumah sakit diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, menumbuhkan optimisme, serta menguatkan kesabaran pasien dan keluarganya dalam menghadapi ujian sakit. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan yang sempurna kepada seluruh pasien," ujar H. Abdul Manan, MA.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Kementerian Agama Kabupaten Asahan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan menyentuh langsung kebutuhan spiritual masyarakat.
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Asahan, H. Raja Dedi Hermansyah, mengapresiasi dedikasi para penyuluh yang terus menghadirkan dakwah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama di rumah sakit merupakan implementasi nyata pelayanan keagamaan yang humanis, menghadirkan ketenangan batin, harapan, dan semangat bagi pasien beserta keluarganya.
Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara pelayanan kesehatan dan pembinaan keagamaan, sehingga pasien memperoleh pelayanan yang utuh, baik secara fisik maupun spiritual. Dengan demikian, nilai-nilai Islam sebagai agama yang membawa rahmat, kasih sayang, dan kepedulian dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. (RH)
Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim
Bimbingan Penyuluhan Pendampingan
Bimbingan Penyuluhan Keluarga