Loading...

  • Jumat, 03 Juli 2026

Penyuluh Agama Katolik Menjelaskan supaya Remaja Mengenal Yesus secara Utuh

Penyuluh bersama Remaja Katolik

Asahan (Humas BimKat). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melaksanakan penyuluhan kepada kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat, Desa Padang Mahondang pada Kamis, 25 September 2025. Wawan melakukan penyuluhan dengan tema Pengenalan terhadap Yesus secara Utuh dari Hagai 1:1-8 dan Lukas 9:7-9 Wawan berharap agar para remaja mengenal Yesus bukan saja secara kognitif tetapi juga dalam pengalaman.

 

Nabi Hagai menyampaikan teguran Tuhan kepada umat Yahudi yang sibuk membangun rumah mereka sendiri. Sementera Bait Suci dibiarkan terbengkalai. Tuhan ingin mereka mengingat prioritas hidup mereka.

                                                                                                                         

“Para saudara yang terkasih, dalam bacaan hari ini, kita akan melihat kisah Herodes yang penasaran dengan Yesus. Herodes tidak mengenal siapa Yesus. Awalnya, ia tidak peduli dengan kehadiran Yesus karena tidak menimbulkan ancaman. Namun, berjalannya waktu dan karya yang dilakukan oleh Yesus, ia mulai merasa terancam. Yesus begitu populer di kalangan masyarakat pada masa itu. Bagaimana tidak, Yesus bukan hanya sekedar berkata-kata tetapi melakukan berbagai mukjizat, argumentasi, dialog, pengajaran. Kehadiran Yesus menjadi pembeda pada zaman itu,” ujar Wawan.

 

Dalam Injil, kita akan melihat tindakan-tindakan yang dilakukan Yesus tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi Herodes Antipas sebagai penguasa. Ia teringat pada Yohanes Pembaptis yang menyuarakan kebenaran kepadanya. Ia berpikir siapa gerangan Yesus ini. Gebrakan yang dilakukan oleh Yesus melebihi yang diperbuat oleh Yohanes Pembaptis. Herodes digambarkan bingung dan tidak yakin, atau bingung dan terganggu, oleh laporan mengenai mukjizat dan pelayanan Yesus. Dia tidak tahu apa yang harus dipikirkan atau bagaimana menafsirkan berita tentang Yesus.

 

Di akhir penyuluhannya, Wawan berpesan, “Herodes penasaran pada Yesus sehingga ia berusaha supaya dapat bertemu dengan-Nya. Penasaran herodes bukan karena ingin mengasihi-Nya dan memiliki hubungan yang akrab dengan Yesus melainkan ia hanya ingin memuaskan rasa penasarannya. Penasaran Herodes merasa terancam dengan kehadiran Yesus, jangan-jangan Yesus akan melawan dirinya dan merebut wilayah kekuasaannya. Semoga kita tidak seperti Herodes yang hanya ingin memuaskan rasa penasaran siapa Yesus. Kita diajak untuk mengenal Yesus secara utuh dan semakin mencintai-Nya. Kita dapat mengenal Yesus dalam iman dan kesetiaan hidup kepada-Nya” (AW) 


Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post