Plt. Kepala Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama penyuluh agama Katolik dan staf menghadiri kegiatan Pertemuan dan Pembinaan Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran. Kegiatan tersebut dikemas dalam ajang Carmel Cup XVII yang diselenggarakan di Sidikalang, Kabupaten Dairi pada Rabu (01/07/2026). Kehadiran rombongan Bimas Katolik merupakan bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, dan memiliki semangat pelayanan.
Carmel Cup XVII menjadi wadah yang mempertemukan Orang Muda Katolik dalam suasana persaudaraan, pembinaan iman, serta pengembangan potensi diri. Beragam kegiatan diselenggarakan untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat kerja sama antarpeserta. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Kristiani diharapkan semakin tertanam dalam kehidupan kaum muda di tengah tantangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik menyampaikan apresiasi kepada panitia, pastor paroki, para pembina, dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Menurutnya, pembinaan Orang Muda Katolik merupakan investasi penting bagi keberlangsungan kehidupan Gereja dan bangsa. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sarana memperdalam iman sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama.
Penyuluh Agama Katolik dan staf yang turut hadir juga berkesempatan menjalin komunikasi dengan para pendamping serta peserta kegiatan. Interaksi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pelayanan, pembinaan iman, dan peran Orang Muda Katolik dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat. Kehadiran Bimas Katolik diharapkan semakin mempererat sinergi antara pemerintah dan Gereja dalam mendukung pembinaan umat.
Melalui partisipasi dalam Carmel Cup XVII, Penyelenggara Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan pembinaan umat, khususnya bagi generasi muda. Sinergi antara Kementerian Agama, Gereja, dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam menciptakan Orang Muda Katolik yang tangguh, berintegritas, dan memiliki semangat melayani. Diharapkan semangat yang diperoleh selama kegiatan ini dapat dibawa pulang oleh seluruh peserta untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, Gereja, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.