Loading...

  • Rabu, 24 Juni 2026

Bimas Katolik Kemenag Asahan Hadiri Syukuran Kaul Kekal Suster Gyasinta Ginting, KSFL

Foto bersama para suster

Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama dengan Penyuluh Agama Katolik dan Staf menghadiri acara syukuran Kaul Kekal Sr. Gyasinta Ginting, KSFL yang berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan syukur pada Rabu (24/06/2026) di Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran. Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Antonius Manik, O.Carm. selaku pastor paroki didampingi Pastor Andreas Novem, O.Carm. dan RD. Jhon Paul Siboro. Acara tersebut dihadiri oleh keluarga, umat, para religius, serta sejumlah tamu undangan yang turut memberikan dukungan dan doa. Perayaan ini menjadi momen istimewa bagi Suster Gyasinta yang telah mengikrarkan komitmen hidup membiara secara tetap dan seumur hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Asahan menyampaikan ucapan selamat kepada Sr. Gyasinta Ginting, KSFL. Beliau mengapresiasi keteguhan dan kesetiaan Sr. Gyasinta dalam menanggapi panggilan Tuhan melalui hidup bakti. “Kaul kekal merupakan wujud penyerahan diri yang penuh kepada Allah untuk melayani Gereja dan masyarakat,” ungkap Irawan.

Perayaan syukuran berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa kekeluargaan. Para hadirin bersama-sama memanjatkan doa syukur atas rahmat yang telah diterima oleh Suster Gyasinta dalam perjalanan panggilannya. Kehadiran keluarga dan umat menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kehidupan religius yang dijalani oleh para biarawati.

Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Asahan juga berharap agar Sr. Gyasinta senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesetiaan dalam menjalankan tugas perutusannya. Kehidupan religius yang dijalani dengan penuh dedikasi diharapkan dapat menjadi teladan bagi umat, khususnya generasi muda Katolik. Selain itu, panggilan hidup membiara diharapkan semakin dikenal dan diminati sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama.

Acara syukuran ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan antara keluarga, umat, dan komunitas religius yang hadir. Melalui perayaan ini, semangat pelayanan dan pengabdian kepada Tuhan semakin diteguhkan dalam kehidupan bersama umat Katolik. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post