Loading...

  • Sabtu, 30 Mei 2026

MIN 3 Asahan Sukses Gelar Simulasi CBT Online, Kenalkan Ujian Digital Sejak Dini

Para peserta simulasi sedang focus menjawab setiap butir soal yang dipampang di layar Smartphone mereka.

Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan sukses melaksanakan simulasi ujian Computer-Based Test (CBT) online bagi seluruh siswa kelas 3, 4, dan 5 di ruang kelas sementara pada Sabtu pagi, (30/05). Agenda digital ini sengaja dirancang khusus oleh pihak manajemen madrasah sebagai bentuk nyata adaptasi teknologi sekaligus upaya mengenalkan sistem ujian berbasis komputer sejak dini kepada para peserta didik.

Didampingi langsung oleh wali kelas masing-masing, para siswa diajarkan langkah demi langkah secara intensif. Mulai dari cara mengakses situs ujian, memasukkan username dan kata sandi, membaca instruksi soal di layar perangkat, hingga mengirimkan hasil jawaban ke admin/guru.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menekankan pentingnya pengenalan sistem CBT online sejak tingkat dasar. Langkah inovatif ini diambil untuk melatih kemandirian serta literasi digital para peserta didik demi menyongsong asesmen di masa depan.

”Anak-anak kelas 3, 4, dan 5 ini berada dalam fase transisi penting dari ujian kertas ke digital. Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap teknologi. Simulasi ini melatih kemandirian, kejujuran, dan ketelitian sejak dini,” ungkap Ummiati Nasution.

Mengingat peserta simulasi kali ini adalah siswa tingkat dasar, para wali kelas, termasuk Rizkida, S.Pd.I selaku wali kelas 4, memberikan bimbingan yang sangat humanis dan sabar. Mereka terus memotivasi siswa agar tidak takut dalam mencoba teknologi baru ini.

“Awalnya anak-anak tampak ragu karena biasa memegang pena/pensil. Namun, setelah diarahkan perlahan, mereka justru sangat cepat paham cara mengoperasikan menunya. Saya sangat bangga melihat adaptasi mereka yang cepat,” ujar Rizkida saat mendampingi siswa di ruang kelas.

Kendala-kendala kecil di lapangan, seperti siswa yang lupa kata sandi atau salah klik tombol navigasi, dapat diselesaikan dengan cepat berkat koordinasi tim teknis madrasah. Sistem CBT yang digunakan juga telah disesuaikan agar ramah anak (child-friendly), menggunakan jenis tulisan yang berukuran proporsional, serta memiliki navigasi visual yang mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Meski sempat diliputi rasa tegang di awal sesi, para siswa dari kelas 3 hingga kelas 5 justru terlihat sangat menikmati jalannya proses ujian berbasis digital ini. Kelancaran jalannya simulasi ini tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur dan kesigapan tim teknis di lapangan.

Teknisi ujian MIN 3 Asahan, Wahyudi, S.Pd.I., menjelaskan bahwa seluruh perangkat keras dan jaringan internet yang digunakan selama simulasi telah dipersiapkan dengan matang demi meminimalkan gangguan teknis.

“Kami dari tim teknis memastikan server dan jaringan internet tetap stabil sepanjang sesi simulasi berlangsung. Evaluasi dari kegiatan ini sangat penting untuk memetakan kapasitas jaringan madrasah agar pelaksanaan ujian CBT yang sesungguhnya nanti bisa berjalan tanpa hambatan,“ jelas Wahyudi.

Dikesempatan yang sama, Wahyudi juga menerangkan bahwa pasca pelak simulasi ini, pihak manajemen MIN 3 Asahan berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana teknologi informasi dalam kegiatan belajar-mengajar harian. Evaluasi berkala akan terus dilakukan demi menyempurnakan kesiapan prasarana dan melahirkan generasi madrasah yang maju, bermutu, dan siap bersaing di era modern. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post