Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

MIN 3 Asahan Gelar Upacara, Kepala Madrasah: Pancasila Lem Perekat yang Tak Boleh Diganti!

Pembina upacara sedang membacakan amanat dihadapan peserta upacara

Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Selasa pagi, 1 Oktober 2025. Upacara berlangsung khidmat ini dilaksanakan di halaman utama madrasah yang diikuti seluruh guru, staf tata usaha, para siswa kelas 1-6 dan Kepala MIN 3 Asahan yang bertindak sebagai Pembina upacara.

Dalam amanatnya, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa Kesaktian Pancasila merupakan bukti bahwa dasar negara Indonesia tidak akan pernah bisa digantikan, serta tugas sebagai warga negara adalah menjaga dan mengamalkannya

"Memperingati Hari Kesaktian Pancasila adalah merupakan bentuk penegasan bahwa fondasi bangsa kita takkan pernah bisa digeser. Kewajiban kita adalah mengawal, menerapkan nilainya, dan mewariskannya kepada anak cucu kita” ujarnya penuh semangat.

"Tragedi kelam 30 September harus menjadi pelajaran berharga bagi bangsa! Sejarah sudah mencatat upaya mengganti Pancasila dengan paham lain. Namun, berkat semangat juang para Pahlawan Revolusi, ideologi kita tetap tegak dan abadi," lanjut Tohiruddin dengan lantang.

Tohiruddin Hasibuan kemudian melanjutkan amanatnya, mengajak seluruh peserta upacara untuk membayangkan Indonesia sebagai rumah besar yang mana Pancasila adalah lem perekat dan pondasi rumah itu sendiri. Tohir menegaskan bahwa tanpa Pancasila, rumah bangsa akan runtuh.

Lebih lanjut, Tohiruddin menekankan bahwa tugas siswa sebagai generasi penerus bangsa bukanlah mengangkat senjata, melainkan menimba ilmu dengan sungguh-sungguh. Ia berpesan bahwa belajar adalah jihad para siswa saat ini, dan menjadi anak yang pintar merupakan cara mereka untuk mengisi kemerdekaan.

"Anak-anakku, tugas kalian sebagai penerus bangsa hari ini bukanlah memanggul senjata di medan perang. Tugas utama kalian adalah mencari ilmu dengan giat! Ingat, menuntut ilmu adalah perjuangan kalian sekarang, dan menjadi cerdas adalah kontribusi nyata kalian dalam mengisi kemerdekaan." Terangnya.

Dikesempatan itu, Tohiruddin juga berpesan agar seluruh siswa menjaga kerukunan di madrasah tanpa membeda-bedakan teman. Ia menegaskan bahwa semua siswa adalah saudara, dan tidak ada seorang pun yang boleh dipandang berbeda hanya karena latar belakangnya.

Pada saat yang sama  Kepala madrasah mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para Pahlawan Revolusi, kemudian Tohiruddin menutup amanatnya dengan seruan semangat yang membangkitkan gairah, yaitu "Jayalah Indonesiaku dan Jayalah Madrasahku," yang langsung disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta upacara. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post