Bimas Kristen: Merawat Jiwa di Tengah Proses Pemulihan: Sinergi Bimas Kristen dan Penyuluh Agama Kristen dalam Pembinaan Rohani Pasien RSUD Permata Hati
Di tengah proses pemulihan fisik, kebutuhan akan penguatan spiritual menjadi bagian penting
Loading...
Kisaran (05/04/2026)— Dalam upaya memperkuat fondasi spiritual dan membangun karakter umat, Penyelenggara Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, melaksanakan kegiatan pembinaan rohani bagi masyarakat Kristen di Serikat Tolong Menolong Seia Sekata, Jalan Cendana, Kota Kisaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan pelayanan yang transformatif di tengah kehidupan masyarakat.
Mengangkat nats Alkitab dari Roma 8:11, kegiatan ini menyoroti kuasa Roh Kudus yang membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati dan kini diam dalam setiap orang percaya. Firman tersebut menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa historis, melainkan realitas teologis yang memiliki implikasi eksistensial bagi kehidupan orang percaya masa kini.
Dalam penyampaiannya, ditekankan bahwa Roh Kudus bukan hanya hadir sebagai penyerta, tetapi sebagai sumber kehidupan yang aktif bekerja memperbarui, menguatkan, dan memampukan umat untuk menjalani hidup baru di dalam Kristus. Secara teologis, hal ini mencerminkan dinamika karya ilahi yang berkelanjutan—bahwa kuasa kebangkitan tidak berhenti pada peristiwa masa lalu, melainkan terus bekerja dalam realitas kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, pembinaan ini mengajak peserta untuk memahami bahwa di tengah berbagai pergumulan—baik fisik, emosional, maupun spiritual—manusia tidak bergantung pada kekuatan diri sendiri. Roh yang sama yang membangkitkan Kristus diyakini mampu memulihkan semangat yang lemah, menyembuhkan hati yang terluka, serta memberikan daya tahan rohani dalam menghadapi tantangan hidup.
Kegiatan ini juga menegaskan perspektif iman yang eskatologis, bahwa kehidupan orang percaya memiliki tujuan ilahi yang terarah menuju kepenuhan hidup di dalam Tuhan. Dengan demikian, hidup dalam Roh bukan hanya tentang keberlangsungan iman, tetapi juga tentang mengalami kemenangan, sukacita, dan pengharapan yang melampaui situasi yang dihadapi.
Melalui pembinaan rohani ini, masyarakat Kristen diharapkan semakin membuka diri terhadap karya Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan. Sebab, sebagaimana ditegaskan dalam firman Tuhan, tidak ada situasi yang terlalu gelap untuk diterangi dan tidak ada kehidupan yang terlalu hancur untuk dipulihkan, ketika kuasa kebangkitan Kristus bekerja di dalam diri setiap orang percaya.(DR)
Di tengah proses pemulihan fisik, kebutuhan akan penguatan spiritual menjadi bagian penting
Paskah bukan sekadar perayaan iman, melainkan momentum memperkuat persaudaraan
Momentum peneguhan komitmen pengabdian, integritas, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat serta menjaga nilai-nilai moderasi beragama...