Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama
setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri
(MIN) 3 Asahan menggelar rapat perdana yang diikuti oleh seluruh guru dan
tenaga kependidikan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Administrasi
Sementara MIN 3 Asahan ini, bertujuan untuk membahas penguatan program kerja
strategis nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI. (30/03)
Pertemuan
dimulai dengan suasana khidmat dalam nuansa Syawal. Sebagai pembuka, seluruh guru
dan staf tata usaha MIN 3 Asahan melakukan sesi saling memaafkan. Momen ini
dimanfaatkan untuk membersihkan hati dan mempererat tali persaudaraan, sehingga
tidak ada perselisihan antar personal yang dapat menghambat kerja sama tim di
masa mendatang.
Kepala
MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., memimpin langsung jalannya
rapat. Ia menekankan bahwa semangat Idul Fitri harus menjadi fondasi bagi
peningkatan etos kerja. Menurutnya, kesucian diri pasca Ramadan harus tercermin
dalam kejujuran dan dedikasi menjalankan tugas sebagai abdi negara dan
pendidik.
Fokus
utama rapat ini adalah pembentukan tim khusus untuk penyusunan Program
Prioritas Madrasah. Tim ini dibentuk untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan madrasah
selaras dengan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama RI.
Hal ini penting agar MIN 3 Asahan tetap berada di jalur transformasi pendidikan
yang diinginkan pemerintah pusat.
Ummiati
Nasution menjelaskan bahwa Asta Protas bukan sekadar slogan, melainkan panduan
kerja yang harus diterjemahkan ke dalam rencana aksi nyata di tingkat madrasah.
Setiap guru yang terpilih ke dalam tim diharapkan mampu memberikan inovasi yang
relevan, mulai dari kerukunan dan cinta
kemanusiaan hingga digitalisasi tata kelola di lingkungan madrasah.
Dalam
arahannya, Ummiati Nasution memberikan motivasi khusus mengenai pentingnya visi
besar ini. Ia menekankan bahwa setiap langkah kecil yang diambil dalam
menjalankan Asta Protas akan berdampak besar bagi masa depan siswa dan reputasi
madrasah di mata masyarakat.
"Rekan-rekan
guru, mari kita pahami bahwa Asta Protas adalah kompas kita. Saya ingin tim
yang terbentuk hari ini tidak hanya bekerja secara administratif, tapi bekerja
dengan hati. Jadikan program prioritas ini sebagai jalan kita untuk memberikan
layanan pendidikan terbaik bagi anak bangsa," ujar Ummiati Nasution di
hadapan para guru.
Pembahasan
kemudian berlanjut pada isu krusial mengenai kedisiplinan. Sebagaimana
diketahui, saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) MIN 3 Asahan sedang tidak
dilaksanakan di gedung utama karena adanya proses rehabilitasi atau renovasi gedung
madrasah. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Kepala Madrasah.
Ummiati
Nasution menegaskan bahwa ketiadaan gedung utama bukanlah alasan bagi guru
untuk mengendurkan disiplin. Ia meminta seluruh tenaga pendidik tetap menjaga
integritas waktu, mulai dari jam kedatangan hingga kepulangan, serta
profesionalisme dalam mengelola kelas meski dalam kondisi serba terbatas.
"Disiplin
adalah jati diri seorang ASN dan pendidik. Meskipun kita tidak berada di gedung
utama, semangat dan keteraturan kita tidak boleh berubah sedikit pun. Ruang
boleh terbatas, tapi tanggung jawab kita kepada siswa dan negara tidak boleh
terbatas oleh dinding bangunan," tegasnya.
Ummiati
juga mengingatkan bahwa keteladanan adalah metode pembelajaran yang paling
ampuh. Jika guru tetap disiplin di tengah keterbatasan fasilitas, maka siswa
akan belajar tentang arti perjuangan dan komitmen. Sebaliknya, kelonggaran
disiplin hanya akan mencederai proses pembentukan karakter peserta didik.
Selain
masalah disiplin, rapat juga menyentuh aspek pengawasan internal. Ummiati
meminta para koordinator bidang untuk tetap memantau presensi dan laporan
kinerja secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas
pembelajaran tetap terjaga mutunya selama masa transisi gedung ini berlangsung.
Momen
Syawal juga ditekankan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri.
Ummiati mengajak seluruh staf untuk merenungkan kembali apa saja kekurangan di
semester sebelumnya untuk kemudian diperbaiki melalui tim program prioritas
yang baru dibentuk. Sinergi antar lini menjadi kunci yang ditekankan berulang
kali.
Dalam
sesi diskusi, beberapa guru memberikan masukan mengenai teknis pelaksanaan Asta
Protas di lapangan agar tetap fleksibel namun terukur. Ummiati menyambut baik
masukan tersebut dan menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar setiap
kendala teknis akibat renovasi gedung dapat diatasi bersama.
Terkait
dengan pembagian tim, setiap tim diberikan tanggung jawab spesifik yang mengacu
pada poin-poin Asta Protas. Pembagian ini dilakukan secara proporsional dengan
mempertimbangkan kompetensi masing-masing guru agar target yang ditetapkan
Kementerian Agama dapat tercapai secara maksimal di lingkungan MIN 3 Asahan.
"Kita
tidak ingin MIN 3 Asahan hanya berjalan di tempat. Dengan tim yang solid dan
disiplin yang kuat, kita akan membuktikan bahwa keterbatasan gedung justru
memicu kreativitas dan prestasi kita," tambahnya.
Ummiati
juga mengingatkan agar setiap kegiatan yang dirancang dalam program prioritas
harus memiliki strategi implementasi yang jelas. Hal ini bertujuan agar setiap rupiah
dana negara yang digunakan dan setiap tenaga yang dikeluarkan memberikan
manfaat nyata bagi perkembangan akademik dan karakter siswa. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...