Loading...

  • Senin, 20 April 2026

Wujudkan Transformasi Pendidikan, MIN 3 Asahan Bentuk Tim Khusus Akselerasi Asta Protas Kemenag RI

Kepala MIN 3 Asahan sedang membentuk tim khusus akselarasi Asta protas Kementerian Agama

Pulau  Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar rapat perdana yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Administrasi Sementara MIN 3 Asahan ini, bertujuan untuk membahas penguatan program kerja strategis nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI. (30/03)

​Pertemuan dimulai dengan suasana khidmat dalam nuansa Syawal. Sebagai pembuka, seluruh guru dan staf tata usaha MIN 3 Asahan melakukan sesi saling memaafkan. Momen ini dimanfaatkan untuk membersihkan hati dan mempererat tali persaudaraan, sehingga tidak ada perselisihan antar personal yang dapat menghambat kerja sama tim di masa mendatang.

​Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., memimpin langsung jalannya rapat. Ia menekankan bahwa semangat Idul Fitri harus menjadi fondasi bagi peningkatan etos kerja. Menurutnya, kesucian diri pasca Ramadan harus tercermin dalam kejujuran dan dedikasi menjalankan tugas sebagai abdi negara dan pendidik.

​Fokus utama rapat ini adalah pembentukan tim khusus untuk penyusunan Program Prioritas Madrasah. Tim ini dibentuk untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan madrasah selaras dengan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama RI. Hal ini penting agar MIN 3 Asahan tetap berada di jalur transformasi pendidikan yang diinginkan pemerintah pusat.

​Ummiati Nasution menjelaskan bahwa Asta Protas bukan sekadar slogan, melainkan panduan kerja yang harus diterjemahkan ke dalam rencana aksi nyata di tingkat madrasah. Setiap guru yang terpilih ke dalam tim diharapkan mampu memberikan inovasi yang relevan, mulai dari  kerukunan dan cinta kemanusiaan hingga digitalisasi tata kelola di lingkungan madrasah.

​Dalam arahannya, Ummiati Nasution memberikan motivasi khusus mengenai pentingnya visi besar ini. Ia menekankan bahwa setiap langkah kecil yang diambil dalam menjalankan Asta Protas akan berdampak besar bagi masa depan siswa dan reputasi madrasah di mata masyarakat.

"Rekan-rekan guru, mari kita pahami bahwa Asta Protas adalah kompas kita. Saya ingin tim yang terbentuk hari ini tidak hanya bekerja secara administratif, tapi bekerja dengan hati. Jadikan program prioritas ini sebagai jalan kita untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak bangsa," ujar Ummiati Nasution di hadapan para guru.

​Pembahasan kemudian berlanjut pada isu krusial mengenai kedisiplinan. Sebagaimana diketahui, saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) MIN 3 Asahan sedang tidak dilaksanakan di gedung utama karena adanya proses rehabilitasi atau renovasi gedung madrasah. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Kepala Madrasah.

​Ummiati Nasution menegaskan bahwa ketiadaan gedung utama bukanlah alasan bagi guru untuk mengendurkan disiplin. Ia meminta seluruh tenaga pendidik tetap menjaga integritas waktu, mulai dari jam kedatangan hingga kepulangan, serta profesionalisme dalam mengelola kelas meski dalam kondisi serba terbatas.

​"Disiplin adalah jati diri seorang ASN dan pendidik. Meskipun kita tidak berada di gedung utama, semangat dan keteraturan kita tidak boleh berubah sedikit pun. Ruang boleh terbatas, tapi tanggung jawab kita kepada siswa dan negara tidak boleh terbatas oleh dinding bangunan," tegasnya.

​Ummiati juga mengingatkan bahwa keteladanan adalah metode pembelajaran yang paling ampuh. Jika guru tetap disiplin di tengah keterbatasan fasilitas, maka siswa akan belajar tentang arti perjuangan dan komitmen. Sebaliknya, kelonggaran disiplin hanya akan mencederai proses pembentukan karakter peserta didik.

​Selain masalah disiplin, rapat juga menyentuh aspek pengawasan internal. Ummiati meminta para koordinator bidang untuk tetap memantau presensi dan laporan kinerja secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas pembelajaran tetap terjaga mutunya selama masa transisi gedung ini berlangsung.

​Momen Syawal juga ditekankan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Ummiati mengajak seluruh staf untuk merenungkan kembali apa saja kekurangan di semester sebelumnya untuk kemudian diperbaiki melalui tim program prioritas yang baru dibentuk. Sinergi antar lini menjadi kunci yang ditekankan berulang kali.

​Dalam sesi diskusi, beberapa guru memberikan masukan mengenai teknis pelaksanaan Asta Protas di lapangan agar tetap fleksibel namun terukur. Ummiati menyambut baik masukan tersebut dan menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar setiap kendala teknis akibat renovasi gedung dapat diatasi bersama.

​Terkait dengan pembagian tim, setiap tim diberikan tanggung jawab spesifik yang mengacu pada poin-poin Asta Protas. Pembagian ini dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kompetensi masing-masing guru agar target yang ditetapkan Kementerian Agama dapat tercapai secara maksimal di lingkungan MIN 3 Asahan.

​"Kita tidak ingin MIN 3 Asahan hanya berjalan di tempat. Dengan tim yang solid dan disiplin yang kuat, kita akan membuktikan bahwa keterbatasan gedung justru memicu kreativitas dan prestasi kita," tambahnya.

​Ummiati juga mengingatkan agar setiap kegiatan yang dirancang dalam program prioritas harus memiliki strategi implementasi yang jelas. Hal ini bertujuan agar setiap rupiah dana negara yang digunakan dan setiap tenaga yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan akademik dan karakter siswa. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post