Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Transformasi Kurikulum di MIN 3 Asahan: Adopsi KMA 1503 Tahun 2025 demi Cetak Lulusan Unggul

Kepala madrasah sedang memaparkan KMA 1503 dihadapan para guru

Pulau Rakyat (Humas) - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan rapat koordinasi penting guna mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran selama masa relokasi, pada hari Senin (12/01). Kegiatan ini merupakan hal penting bagi seluruh civitas akademika dalam menjaga mutu pendidikan di tengah keterbatasan sarana. Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution. Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh guru dan staf tata usaha ini berlangsung di ruang kantor administrasi sementara, mengingat gedung utama masih dalam proses pembangunan yang menyebabkan terjadinya relokasi pembelajaran.

Ummiati Nasution membuka kegiatan dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga pendidik. Ia menyadari bahwa mengajar di masa relokasi memerlukan kesabaran dan kreativitas yang jauh lebih besar dibandingkan situasi normal. Dalam sambutannya, Ummiati menekankan pentingnya menjaga semangat juang dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak dan Ibu guru sekalian karena mengajar di masa relokasi ini menuntut kesabaran serta kreativitas yang jauh lebih besar daripada situasi normal. Oleh karena itu, saya menekankan agar kita semua terus menjaga semangat juang dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada para siswa meskipun tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah,” ujar Ummiati Nasution dalam sambutannya.

Selain kepada guru, pesan kuat juga disampaikan kepada staf tata usaha. Kepala Madrasah meminta agar pelayanan administrasi tetap berjalan optimal dan responsif, meskipun ruang kerja saat ini masih memiliki fasilitas yang kurang memadai.

"Saya meminta kepada seluruh guru agar tetap semangat dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada para siswa, dan kepada staf tata usaha agar tetap memberikan pelayanan yang optimal walaupun dengan keadaan yang kurang memadai," ujar Ummiati dengan tegas di hadapan peserta rapat.

Setelah memberikan motivasi, agenda rapat berlanjut pada pembahasan inti, yakni evaluasi teknis pembelajaran. Ummiati mendengarkan laporan dari masing-masing wali kelas mengenai adaptasi siswa terhadap lingkungan belajar sementara yang sedang dijalani.

Transisi dari gedung lama ke lokasi relokasi diakui membawa tantangan tersendiri, mulai dari pengaturan jadwal hingga kenyamanan ruang kelas. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran tetap berjalan secara konsisten dan kondusif.

Memasuki sesi kedua, rapat beralih pada pembahasan regulasi pendidikan terbaru. Ummiati memberikan pemaparan mendalam mengenai struktur kurikulum terbaru yang mulai diberlakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Fokus utama pemaparan tersebut adalah Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Peraturan ini resmi hadir sebagai pengganti KMA Nomor 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah.

Ummiati menjelaskan bahwa perubahan regulasi ini merupakan langkah pemerintah untuk menyempurnakan Kurikulum Merdeka agar lebih relevan dengan perkembangan zaman. Guru-guru diminta segera beradaptasi dengan perubahan struktur jam pelajaran yang diatur dalam KMA terbaru tersebut.

Salah satu poin yang paling menarik perhatian dalam rapat tersebut adalah adanya inovasi kurikuler yang signifikan. Ummiati mengungkapkan bahwa akan ada penambahan mata pelajaran baru yang sangat modern di jenjang Madrasah Ibtidaiyah.

Mata pelajaran tersebut adalah Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Mata pelajaran ini diperkenalkan sebagai pilihan yang dapat diambil oleh siswa untuk membekali mereka dengan keterampilan teknologi sejak dini.

Ummiati menjelaskan bahwa pengenalan KKA bertujuan agar lulusan MIN 3 Asahan tidak gagap teknologi dan mampu bersaing di era digital. Hal ini sejalan dengan visi madrasah yang ingin memadukan nilai religius dengan kecakapan sains dan teknologi. Meskipun statusnya sebagai mata pelajaran pilihan, pihak madrasah berkomitmen untuk mempersiapkan SDM guru yang mampu mengampu materi tersebut. Pelatihan-pelatihan internal direncanakan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Pengenalan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) ini bertujuan agar lulusan MIN 3 Asahan tidak gagap teknologi dan mampu bersaing di era digital, yang mana hal ini sangat sejalan dengan visi madrasah kita untuk memadukan nilai religius dengan kecakapan sains dan teknologi,” jelas Ummiati Nasution.

“Meskipun statusnya adalah mata pelajaran pilihan, kami berkomitmen penuh untuk mempersiapkan SDM guru yang mampu mengampu materi tersebut melalui pelatihan-pelatihan internal yang akan segera kami laksanakan dalam waktu dekat.” Terang Ummiati menambahkan.

Dalam diskusi tersebut, para guru memberikan respons positif terhadap hadirnya mata pelajaran Koding dan KKA. Mereka menilai bahwa materi ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon wali murid yang ingin anaknya memiliki keunggulan kompetitif.

Menutup kegiatan rapat, Ummiati kembali mengingatkan bahwa kunci keberhasilan madrasah di masa transisi ini adalah kekompakan. Ia berharap sinergi antara guru, staf TU, dan pimpinan tetap terjaga dengan baik demi kemajuan MIN 3 Asahan. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post