Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Tingkatkan Kompetensi, MIN 3 Asahan Utus 2 Guru Ikuti Pelatihan Deep Learning Insersi KBC

Narasumber sedang memaparkan materi dihadapan para peserta pelatihan

Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengutus dua orang guru untuk mengikuti Pelatihan Deep Learning Insersi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan pada Jumat, (05/11). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kemenag Asahan dan diikuti oleh 40 madrasah dari jenjang RA hingga MI. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan kepala madrasah dalam mengintegrasikan pembelajaran mendalam (deep learning) dengan nilai-nilai cinta, spiritualitas, dan karakter, sebagaimana arah kebijakan pendidikan madrasah pada kurikulum terbaru.

MIN 3 Asahan mengutus dua guru, yakni Siti Munawarah Tambunan, guru pengampu mata pelajaran Aqidah Akhlak, dan Uci Humairah Daulay, guru Bahasa Arab. Keduanya menjadi perwakilan untuk menyerap ilmu dan meneruskannya kepada guru lainnya di madrasah. Pelatihan ini menghadirkan narasumber tunggal, yaitu Rusmiani, Pengawas Madrasah yang juga membina MIN 3 Asahan. Dalam paparannya, Rusmiani menyampaikan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pedagogis yang berfokus pada hubungan harmonis antara guru, peserta didik, lingkungan, serta nilai-nilai spiritual.

Rusmiani menerangkan tentang konsep Deep Learning Insersi, yaitu proses pembelajaran mendalam yang menekankan koneksi pengetahuan, relevansi kehidupan, dan pemahaman bermakna. Model ini, menurutnya, tidak hanya menargetkan capaian akademik, tetapi juga membangun kesadaran diri, empati, dan kecintaan terhadap ilmu. Ia juga menguraikan konsep 8-3-3-4, yang meliputi 8 dimensi profil lulusan, 3 tahap pengalaman Belajar, 3 prinsip pembelajaran mendalam  serta 4 kerangka pembelajaran yang wajib diterapkan secara konsisten. Rusmiani juga menegaskan, bahwa pelaksanaan deep learning tidak dapat dipisahkan dari Panca Cinta, yaitu Cinta Allah, Cinta Rasul, Cinta Orang Tua, Cinta Guru, dan Cinta Ilmu. Konsep ini menjadi landasan membangun kultur madrasah yang menumbuhkan generasi berakhlak mulia.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, yang turut hadir mendampingi pengawas madrasah saat menyampaikan materi. Usai kegiatan, kepada Tim Humas, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru masa kini. Ummiati menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi guru, terutama dalam memperkaya metode pembelajaran yang humanis, penuh cinta, dan berdampak langsung pada karakter siswa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Rusmiani yang telah memberikan materi begitu mendalam dan menyentuh akar persoalan pembelajaran. Materi ini bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk diamalkan di kelas.” Ujarnya.

Ummiati menjelaskan bahwa pelatihan seperti ini sangat penting diikuti karena guru membutuhkan ruang belajar untuk terus berkembang, terutama dalam memahami kurikulum yang terus bergerak menyesuaikan perkembangan zaman. Ia juga berharap kegiatan serupa harus sering dilakukan sehingga guru dapat mempertajam kompetensi, memperkaya wawasan, dan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin Kemenag. Guru-guru kami sangat membutuhkan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan agar mutu madrasah terus meningkat.” Ucapnya penuh harap

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan sekaligus guru utusan MIN 3 Asahan, Uci Humairah Daulay, mengungkapkan kesan positif selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, pelatihan ini sangat mencerahkan dan memberikan energi baru. Sebagai guru Bahasa Arab, dirinya memperoleh perspektif baru tentang bagaimana menginsersikan Panca Cinta, terutama Cinta Ilmu serta Cinta kepada Allah dan Rasul, ke dalam materi ajarnya, sehingga siswa tidak hanya menghafal kosakata, tetapi juga mencintai proses belajar.

"Pelatihan ini membuktikan bahwa pendidikan madrasah kini bergerak maju dengan pendekatan yang lebih humanis dan mendalam. Insya Allah saya kedepannya akan segera mengaplikasikan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta ini di dalam kelas. Sehingga visi dan misi madrasah dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia akan terwujud” ujar Uci yang baru-baru ini juga dipercaya mengelola media sosial Facebook madrasah. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post