Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau
Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengutus dua orang
guru untuk mengikuti Pelatihan Deep Learning Insersi Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC) yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan pada Jumat,
(05/11). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kemenag Asahan dan diikuti
oleh 40 madrasah dari jenjang RA hingga MI. Pelatihan ini bertujuan
meningkatkan kapasitas guru dan kepala madrasah dalam mengintegrasikan
pembelajaran mendalam (deep learning) dengan nilai-nilai cinta, spiritualitas,
dan karakter, sebagaimana arah kebijakan pendidikan madrasah pada kurikulum
terbaru.
MIN
3 Asahan mengutus dua guru, yakni Siti Munawarah Tambunan, guru pengampu mata
pelajaran Aqidah Akhlak, dan Uci Humairah Daulay, guru Bahasa Arab. Keduanya
menjadi perwakilan untuk menyerap ilmu dan meneruskannya kepada guru lainnya di
madrasah. Pelatihan ini menghadirkan narasumber tunggal, yaitu Rusmiani,
Pengawas Madrasah yang juga membina MIN 3 Asahan. Dalam paparannya, Rusmiani
menyampaikan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pedagogis yang
berfokus pada hubungan harmonis antara guru, peserta didik, lingkungan, serta
nilai-nilai spiritual.
Rusmiani
menerangkan tentang konsep Deep Learning Insersi, yaitu proses pembelajaran
mendalam yang menekankan koneksi pengetahuan, relevansi kehidupan, dan
pemahaman bermakna. Model ini, menurutnya, tidak hanya menargetkan capaian
akademik, tetapi juga membangun kesadaran diri, empati, dan kecintaan terhadap
ilmu. Ia juga menguraikan konsep 8-3-3-4, yang meliputi 8 dimensi profil lulusan,
3 tahap pengalaman Belajar, 3 prinsip pembelajaran mendalam serta 4 kerangka pembelajaran yang wajib
diterapkan secara konsisten. Rusmiani juga menegaskan, bahwa pelaksanaan deep
learning tidak dapat dipisahkan dari Panca Cinta, yaitu Cinta Allah, Cinta
Rasul, Cinta Orang Tua, Cinta Guru, dan Cinta Ilmu. Konsep ini menjadi landasan
membangun kultur madrasah yang menumbuhkan generasi berakhlak mulia.
Kepala
MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, yang turut hadir mendampingi pengawas madrasah
saat menyampaikan materi. Usai kegiatan, kepada Tim Humas, ia menyampaikan
bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru masa kini. Ummiati
menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi guru, terutama
dalam memperkaya metode pembelajaran yang humanis, penuh cinta, dan berdampak
langsung pada karakter siswa.
“Kami
sangat berterima kasih kepada Ibu Rusmiani yang telah memberikan materi begitu
mendalam dan menyentuh akar persoalan pembelajaran. Materi ini bukan hanya
untuk dipahami, tetapi untuk diamalkan di kelas.” Ujarnya.
Ummiati
menjelaskan bahwa pelatihan seperti ini sangat penting diikuti karena guru
membutuhkan ruang belajar untuk terus berkembang, terutama dalam memahami
kurikulum yang terus bergerak menyesuaikan perkembangan zaman. Ia juga berharap
kegiatan serupa harus sering dilakukan sehingga guru dapat mempertajam
kompetensi, memperkaya wawasan, dan menciptakan pembelajaran yang lebih
bermakna bagi siswa.
“Kami
berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin Kemenag. Guru-guru kami
sangat membutuhkan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan agar mutu
madrasah terus meningkat.” Ucapnya penuh harap
Sementara
itu, salah satu peserta pelatihan sekaligus guru utusan MIN 3 Asahan, Uci
Humairah Daulay, mengungkapkan kesan positif selama mengikuti kegiatan.
Menurutnya, pelatihan ini sangat mencerahkan dan memberikan energi baru.
Sebagai guru Bahasa Arab, dirinya memperoleh perspektif baru tentang bagaimana
menginsersikan Panca Cinta, terutama Cinta Ilmu serta Cinta kepada Allah dan
Rasul, ke dalam materi ajarnya, sehingga siswa tidak hanya menghafal kosakata,
tetapi juga mencintai proses belajar.
"Pelatihan
ini membuktikan bahwa pendidikan madrasah kini bergerak maju dengan pendekatan
yang lebih humanis dan mendalam. Insya Allah saya kedepannya akan segera mengaplikasikan
Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta ini di dalam kelas. Sehingga visi
dan misi madrasah dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia akan
terwujud” ujar Uci yang baru-baru ini juga dipercaya mengelola media sosial
Facebook madrasah. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...