Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Suasana ceria dan penuh antusias dari siswa
Kelas V A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan bergemuruh saat salah seorang guru, Rahmayani, S.Pd.I, mengajak
mereka mendalami materi rantai makanan melalui metode Role Playing.
Proses "makan dan dimakan" dalam ekosistem kini tak lagi sekadar
teori, namun berubah menjadi sebuah panggung pertunjukan dadakan. Para siswa
tidak hanya duduk diam dan mendengarkan akan tetapi mereka secara aktif
terlibat dalam memerankan produsen, konsumen,
dan dekomposer sehingga menjadi sebuah drama edukatif yang seru dan
mengesankan. (20/10/2025)
Metode Role Playing (Bermain Peran)
adalah salah satu model pembelajaran yang menugaskan siswa untuk memerankan
suatu tokoh atau karakter yang ada dalam materi pelajaran atau peristiwa
tertentu yang telah dirancang oleh guru. Metode ini termasuk jenis simulasi
yang berfokus pada pengembangan imajinasi dan penghayatan peserta didik
terhadap materi yang dipelajari.
Saat dikonfirmasi, Rahmayani, S.Pd.I,
menjelaskan bahwa penggunaan metode ini bertujuan agar siswa dapat menghayati,
memahami, dan mengingat isi bahan pelajaran dengan lebih baik, serta melatih
mereka untuk berinisiatif, berkreasi, dan bekerja sama. Melalui peran yang
dimainkan, siswa diajak untuk mengeksplorasi perasaan, sikap, dan strategi
pemecahan masalah yang mungkin timbul dalam konteks materi.
"Kami menggunakan teknik ini agar
para peserta didik mampu meresapi, mencerna, dan menyimpan informasi materi
pembelajaran secara optimal. Selain itu, ini juga mendidik mereka supaya
terbiasa mengambil langkah awal, menghasilkan ide-ide baru, dan berkolaborasi.
Lewat simulasi peran yang mereka lakukan, siswa diundang untuk menelusuri
emosi, pandangan, dan cara-cara mengatasi persoalan yang mungkin muncul terkait
topik bahasan." Jelasnya.
Rahmayani juga menyampaikan, dalam
konteks pembelajaran rantai makanan, siswa diminta untuk memerankan berbagai
komponen ekosistem, seperti produsen (tumbuhan), konsumen tingkat I
(herbivora), konsumen tingkat II (karnivora/omnivora), hingga pengurai
(dekomposer).
Dikesempatan yang sama, Rahmayani
menyampaikan tahapan-tahapan pembelajaran yang diterapkan dalam menggunakan
metode role playing atau bermain peran, ia menjelaskan ada enam sintaks
dalam penerapan metode ini.
“langkah-langkah pembelajaran yang
diterapkan dalam metode bermain peran ini ada enam, dari persiapan, memilih
peran/pemain, menata ruang kelas, menunjuk observer (pengamat), memainkan
peran, serta ditutup dengan diskusi dan evaluasi diakhir pembelajaran.” Terangnya
dengan semangat.
Rahmayani menambahkan, penggunaan metode
ini merupakan upaya untuk mengimplementasikan pembelajaran abad 21 yang
menekankan pada kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Ia mengungkapkan agar
metode ini dapat terus diterapkan pada materi-materi pelajaran lainnya,
sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa secara keseluruhan.
"Kami percaya, ketika siswa terlibat
langsung dan menggunakan indra mereka, pemahaman yang terbentuk akan lebih kuat
dan bertahan lama," tutup Rahmayani.
Sementara itu, Kepala MIN 3 Asahan,
Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap
inisiatif yang dilakukan oleh guru kelas V A tersebut. Ia melihat kegiatan ini
sebagai contoh praktik baik dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
"Inovasi pembelajaran seperti yang
dilakukan Ibu Rahmayani ini patut diapresiasi. Kami sebagai pimpinan madrasah
akan terus mendukung penuh setiap terobosan yang dapat membuat proses belajar
mengajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa." Ungkapnya.
Tohiruddin Hasibuan juga menambahkan,
bahwa metode bermain peran ini sangat baik untuk melatih kecakapan sosial
siswa. Ia menjelaskan bahwa selain aspek kognitif, aspek afektif dan
psikomotorik siswa turut terasah, membuat mereka menjadi pribadi yang lebih
percaya diri dan mampu bekerjasama dalam tim. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...