Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Supervisi Perdana Kepala MIN 3 Asahan: Sinyal Kuat Peningkatan Mutu Guru

Kepala MIN 3 Asahan sedang melaksanakan supervisi akademik terhadap proses pembelajaran di kelas 6 A (sumber foto: Yudi)

Pulau Rakyat (Humas) - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., melaksanakan supervisi akademik perdana sejak ia dilantik. Kegiatan evaluasi kinerja guru ini difokuskan pada kelas 6 A dan 3 B MIN 3 Asahan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dan memberikan evaluasi konstruktif, bukan mencari kesalahan semata. Hal ini dilakukan dengan mengobservasi langsung proses belajar mengajar di kelas, sebagai langkah konkret pertama pimpinan baru dalam memetakan kualitas pengajaran di madrasah. (13/11/2025)

Setelah resmi dilantik menjadi pimpinan MIN 3 Asahan beberapa minggu sebelumnya, momen supervisi ini menjadi langkah konkret pertama Ummiati Nasution dalam memetakan dan mengevaluasi kompetensi guru secara langsung. Fokus utama dalam kegiatan ini adalah observasi proses belajar mengajar (PBM) dan metodologi yang diterapkan oleh tenaga pendidik di kelas.

Pelaksanaan supervisi akademik ini dimulai sejak pagi hari, Kepala Madrasah tidak hanya mengamati, tetapi juga sesekali berinteraksi dengan siswa dan guru untuk melihat dinamika pembelajaran. Proses pengamatan di kelas 6 A mencakup evaluasi terhadap persiapan mengajar guru, penggunaan media pembelajaran, pengelolaan kelas, serta kemampuan guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa. Suasana kelas tampak kondusif, meskipun guru yang diobservasi terlihat sedikit tegang menghadapi observasi perdana dari pimpinan baru.

Setelah rampung di kelas 6 A, Ummiati Nasution bergeser ke kelas 3 B. Fokus pengamatan Ummiati dikelas rendah ini sedikit berbeda, lebih menekankan pada strategi interaktif dan cara guru membangun fondasi dasar literasi dan numerasi siswa.

Usai pelaksanaan supervisi, Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan supervisi. Menurutnya, kegiatan supervisi memiliki tujuan yang jauh lebih mendalam daripada sekadar mencari-cari kekurangan atau kesalahan semata. Ummiati menjelaskan bahwa orientasi utama dari supervisi ini adalah memberikan evaluasi yang konstruktif dan terarah. Evaluasi tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai umpan balik yang efektif untuk mendorong dan meningkatkan kompetensi profesionalisme para guru di MIN 3 Asahan.

"Supervisi ini bukan untuk mencari-cari kesalahan semata, melainkan memberikan evaluasi untuk meningkatkan kompetensi guru. Jadikanlah setiap masukan sebagai peluang emas untuk berbenah dan mengasah kemampuan mengajar, bukan sebagai vonis atas kinerja," ujar Ummiati

Dalam kesempatan itu, Ummiati Nasution juga menjelaskan bahwa kualitas madrasah sangat ditentukan oleh kualitas guru. Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa kegiatan supervisi akademik akan menjadi agenda rutin di bawah kepemimpinannya sebagai bagian dari program pengembangan berkelanjutan.

Salah satu guru yang disupervisi, Umi Hasnah, S.Pd., yang mengajar di kelas 3 B, turut memberikan kesaksian mengenai pengalaman pertamanya saat disupervisi oleh Kepala Madrasah yang baru. Umi Hasnah mengakui bahwa pada awalnya, perasaan takut dan cemas sempat menghinggapi dirinya.

"Jujur saja, awalnya saya takut sekali. Saya merasa ada beban untuk tampil sempurna, apalagi ini supervisi perdana dari pimpinan yang baru," ungkap Umi Hasnah, S.Pd., dengan senyum lega setelah sesi observasi berakhir..

Umi Hasnah menambahkan, bahwa Perasaan takut itu dipicu oleh kekhawatiran akan adanya penilaian negatif. Namun, perasaan tegang tersebut berangsur-angsur hilang seiring dengan berjalannya proses supervisi. Sikap Kepala Madrasah yang suportif dan masukan yang disampaikan dengan cara yang membangun membuat suasana menjadi cair.

"Kekhawatiran awal yang saya rasakan ternyata tidak beralasan. Sekarang, saya melihat supervisi sebagai kesempatan yang sangat berharga untuk mendapatkan wawasan baru, di mana fokusnya benar-benar pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar." Terang Umi Hasnah.

Di sela-sela aktivitasnya, Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, menyampaikan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah mengoptimalkan inti pendidikan, yakni kualitas interaksi di ruang kelas. Ia menjelaskan bahwa supervisi tersebut tidak akan berhenti di situ, melainkan akan dikembangkan menjadi program pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post