Edukasi Tanggap Darurat Sejak Dini: Damkar Asahan Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran di MIN 1 Asahan
MIN 1 Asahan
Loading...
Simpang Empat (Humas) — Dalam rangka memperkuat implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLH), Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan melaksanakan kegiatan pendampingan dan pembinaan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Asahan pada Kamis (22/05/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari persiapan madrasah tersebut menuju Adiwiyata Mandiri, sebuah penghargaan nasional yang diberikan kepada sekolah yang secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam tata kelola dan budaya sekolah.
Pendampingan ini dilakukan oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Muhammad Ikhsan, S.STP, M.SP selaku Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan, serta Afifah Mahyuri, ST sebagai Penyuluh Lingkungan Hidup. Turut hadir Risdani Yasir, Ketua Green Teacher Indonesia Kabupaten Asahan, yang memberikan arahan teknis terkait tahapan-tahapan dan dokumen pendukung yang perlu dipersiapkan oleh pihak sekolah.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom, hadir mendampingi dan memberikan semangat kepada tim Adiwiyata MIN 1 Asahan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen madrasah dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Kami sangat bangga dan mendukung penuh upaya MIN 1 Asahan menuju Adiwiyata Mandiri. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik,” ujarnya.
Adiwiyata sendiri adalah program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Sekolah Adiwiyata diharapkan mampu menjadi contoh dalam pelestarian lingkungan melalui kegiatan belajar mengajar dan aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.
Risdani Yasir menjelaskan beberapa hal penting yang harus disiapkan, termasuk penguatan dokumen kebijakan lingkungan, pelaksanaan kegiatan berbasis partisipatif, serta inovasi-inovasi yang mendukung perilaku ramah lingkungan di madrasah. “Kunci keberhasilan Adiwiyata Mandiri adalah kolaborasi, konsistensi, dan komitmen bersama seluruh warga sekolah,” jelasnya.
Dalam sesi tanya jawab, tim Adiwiyata MIN 1 Asahan berdiskusi aktif dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup mengenai berbagai kendala teknis dan strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat program lingkungan di madrasah. Diskusi ini berlangsung dengan hangat dan solutif, mencerminkan semangat gotong royong demi tercapainya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan langsung ke beberapa titik fasilitas lingkungan di MIN 1 Asahan, seperti bank sampah, taman sekolah, dan area kompos. Diharapkan melalui pendampingan ini, MIN 1 Asahan semakin siap dan mantap menuju predikat Adiwiyata Mandiri.
MIN 1 Asahan
MIN 1 Asahan
MIN 1 Asahan