Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

"Setiap Angka Harus Dipertanggungjawabkan": Prinsip Ketat Kamad MIN 3 Asahan Saat Teken Rapor

Terlihat Kepala MIN 3 Asahan sibuk melakukan proses verifikasi dan tanda tangan Rapor Semester Ganjil

Pulau Rakyat (Humas) - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, telah menuntaskan tugas penting berupa penandatanganan rapor semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 di ruang kerjanya pada Rabu, (17/12). Proses otentikasi dokumen akademik ini dilakukan secara teliti untuk memastikan keabsahan dan akurasi nilai sebagai bentuk pertanggungjawaban madrasah kepada wali murid, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar semester tersebut.

Proses penandatanganan ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan ketat, melibatkan para wali kelas dari kelas I hingga kelas VI. Wali kelas menyerahkan berkas rapor yang telah selesai direkap dan diperiksa kelengkapan nilainya. Kemudian kepala madrasah memulai kegiatan tersebut sejak pagi hari. Di meja kerjanya, tumpukan buku rapor yang tersusun rapi menjadi pemandangan utama, siap dibubuhi tanda tangan dan stempel resmi madrasah.

Terlihat Ummiati tidak hanya menandatangani, tetapi juga melakukan verifikasi lembar demi lembar rapor. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa data nilai yang tercantum sudah akurat dan sesuai dengan standar kurikulum yang diterapkan di madrasah.

Saat dimintai keterangan, Ummiati Nasution menegaskan bahwa ketelitian merupakan hal terpenting dalam verifikasi rapor. Ia menjelaskan bahwa rapor bukan sekadar lembaran angka, melainkan dokumen resmi yang menggambarkan kerja keras setiap siswa selama satu semester. Oleh karena itu, Ummiati menekankan bahwa setiap data yang diinput harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara moral maupun profesional.

"Ketelitian adalah kunci dalam proses ini, rapor adalah dokumen resmi yang mencerminkan upaya keras siswa dan guru. Setiap angka harus dipertanggungjawabkan kebenarannya." Ujar Ummiati Nasution di sela-sela kegiatannya.

Dalam penjelasannya, Ummiati juga menyampaikan bahwa rapor semester ganjil kali ini tidak sekadar berfungsi sebagai lembar laporan nilai, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen evaluasi yang bersifat menyeluruh. Laporan tersebut mencakup penilaian pada aspek kognitif, afektif, hingga psikomotorik, yang disusun berdasarkan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.

"Rapor semester ganjil ini tidak hanya berfungsi sebagai laporan nilai, namun juga sebagai instrumen evaluasi menyeluruh. Di dalamnya terdapat penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka," tambah Ummiati.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa pembentukan karakter yang meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak mulia mendapatkan porsi perhatian khusus dalam penilaian tahun ini. Sebagai lembaga pendidikan Islam, MIN 3 Asahan akan terus berkomitmen penuh dalam menekankan penguatan karakter Islami sebagai fondasi utama perkembangan setiap peserta didik.

Sebelum menutup penyampaiannya, Ummiati menekankan bahwa rapor merupakan jembatan komunikasi yang sangat krusial antara pihak madrasah dan orang tua murid. Ia berharap agar hasil yang tertera dalam rapor tersebut tidak berhenti di atas kertas saja, namun ditindaklanjuti dengan diskusi di lingkungan keluarga.

"Saya ingin orang tua memahami bahwa rapor ini adalah jembatan komunikasi antara madrasah dengan orang tua siswa. Rapor bukan sekadar hasil akhir untuk dilihat lalu disimpan, melainkan untuk dijadikan bahan refleksi untuk kemajuan siswa pada semester berikutnya". Pungkas Ummiati menutup percakapan siang itu (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post