Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Seluruh keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada 28 penerima manfaat yang terdiri dari lansia dhuafa serta siswa-siswi yatim-piatu, Sabtu (14/3).
Program santunan ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan sebagai wujud pengabdian masyarakat dari institusi pendidikan tersebut. Sebanyak 28 orang yang terpilih mendapatkan paket bantuan berupa bahan pokok makanan untuk membantu meringankan beban menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi bagi-bagi bantuan biasa. Ia menekankan bahwa agenda ini merupakan bagian integral dari pembentukan karakter di madrasah yang pimpinnya.
Ummiati Nasution menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan santunan ini merupakan bentuk pendidikan secara langsung kepada siswa seluruh-siswi MIN 3 Asahan dalam bentuk kepedulian sosial. Menurutnya, teori di kelas harus dibarengi dengan praktik nyata di lapangan.
“Kami ingin anak-anak melihat dan merasakan langsung bagaimana indahnya berbagi, sehingga empati mereka tumbuh secara alami terhadap kondisi di sekitar,” ujarnnya.
Ummiati menambahkan bahwa dengan menyaksikan langsung proses pemberian, siswa akan belajar menghargai perbedaan ekonomi dan lebih bersyukur atas apa yang mereka miliki. Hal ini diharapkan mampu mengikis sifat mementingkan diri sendiri pada generasi muda.
Pemilihan lokasi utama di Masjid Al-Hidayah, Desa Pulau Rakyat Tua, didasari oleh kondisi gedung MIN 3 Asahan yang saat ini tengah menjalani proses rekonstruksi dan rehabilitasi total. Hal ini memaksa pihak madrasah untuk mengalihkan pusat kegiatan sosial ke rumah ibadah terdekat yang lebih mampu.
Meskipun dilaksanakan di luar lingkungan madrasah, antusiasme para guru dan siswa tidak surut. Namun, ada yang berbeda pada teknis pelaksanaan tahun ini, di mana panitia membagi proses penyaluran bantuan ke dalam dua tahap demi kenyamanan para penerima manfaat.
Tahap pertama dilakukan secara simbolis dan berakhir di Masjid Al-Hidayah yang dikhususkan bagi para siswa-siswi yatim-piatu. Di sana, mereka berkumpul bersama dewan guru untuk menerima santunan dalam suasana penuh kekeluargaan. Sementara itu, untuk tahap kedua, panitia melakukan aksi jemput bola dengan mengantarkan santunan langsung ke rumah masing-masing lansia dhuafa. Langkah "door to door" ini diambil untuk memudahkan para lansia yang secara fisik sudah sulit untuk melakukan perjalanan jauh ke lokasi acara.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Suti Sywindari, mengungkapkan bahwa strategi dua tahap ini sangat efektif. Ia melaporkan bahwa semangat berbagi warga madrasah justru semakin menguat meskipun tim harus bergerak ke beberapa titik rumah warga di sekitar Desa Pulau Rakyat Tua.
Suti Sywindari menyatakan bahwa santunan tahun ini lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terlihat jelas baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun ragam barang bantuan yang diterima oleh para mustahik yang juga semakin bertambah jumlahnya.
“Alhamdulillah, tahun ini mencakup bantuan kami lebih luas dan isinya lebih lengkap. Ini adalah rezeki dari Allah melalui perantara tangan-tangan dermawan di madrasah kita,” ungkap Suti Sywindari.
Terkait sumber dana, Suti Sywindari menjelaskan secara transparan bahwa seluruh bantuan ini murni hasil swadaya internal. Ia menjamin bahwa partisipasi yang dilakukan adalah bentuk kesadaran tanpa ada unsur keterpaksaan dari pihak manapun.
“Pengumpulan donasi untuk santunan ini berasal dari para guru dan siswa-siswi MIN 3 Asahan secara sukarela tanpa paksaan. Hal ini membuktikan bahwa budaya berinfaq telah mendarah daging di lingkungan madrasah.” Terang Suti menegaskan.
Kegiatan sosial ini diakhiri dengan aksi nyata Ummiati Nasution yang turun langsung mendatangi rumah warga untuk menyerahkan santunan secara door to door kepada para lansia dhuafa. Langkah ini diambil guna memastikan bantuan diterima dengan tepat sekaligus sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada orang tua yang memiliki keterbatasan fisik. Dengan tuntasnya penyaluran bantuan tersebut, MIN 3 Asahan resmi menutup agenda kepedulian sosial di bulan Ramadhan ini dengan harapan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar Desa Pulau Rakyat Tua. (Ap)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...