Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Semangat Belajar di Tengah Relokasi: Siswa MIN 3 Asahan Tetap Lahap Santap Menu Bergizi Gratis

Para siswa terlihat menyantap Menu Makan Bergizi Gratis dengan lahap, meskipun berada di tengah keterbatasan tempat belajar sementara

Pulau Rakyat (Humas) – Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menunjukkan wajah ceria saat kotak-kotak makanan hangat tiba di hadapan mereka pada Kamis pagi, (15/01). Meski saat ini mereka tidak belajar di gedung madrasah yang biasa karena sedang dalam masa relokasi, antusiasme untuk menikmati Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terpancar kuat di tujuh lokasi belajar sementara yang tersebar di wilayah sekitar.

Suasana belajar yang berbeda tidak menyurutkan selera makan para siswa. Di salah satu lokasi belajar, terlihat anak-anak dengan tertib mencuci tangan sebelum membuka paket makanan yang berisi nasi, lauk pauk dan buah-buahan. Program MBG ini menjadi penyemangat tersendiri di tengah keterbatasan fasilitas bangunan yang saat ini mereka alami.

Relokasi ini bukanlah tanpa alasan yang fundamental. MIN 3 Asahan saat ini sedang bertransformasi besar-besaran karena menjadi salah satu madrasah yang beruntung mendapatkan manfaat dari program Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek ini bertujuan untuk merehabilitasi dan merenovasi sarana prasarana madrasah demi standar kenyamanan belajar yang lebih baik di masa depan.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan bahwa kondisi bangunan yang sedang dirombak total mengharuskan seluruh civitas akademika mengungsi sejenak. Namun, ia menegaskan bahwa hak siswa untuk mendapatkan nutrisi terbaik melalui program MBG tidak boleh terhenti sedikit pun karena alasan teknis perpindahan lokasi.

"Kami sangat bersyukur bahwa meski anak-anak kami saat ini harus belajar di lokasi sementara yang terbagi-bagi, asupan gizi mereka tetap terjamin melalui program Makan Bergizi Gratis ini," ujar Ummiati Nasution

Ummiati juga menambahkan bahwa manajemen madrasah telah berupaya semaksimal mungkin agar proses belajar mengajar tetap kondusif. Menurutnya, makanan yang bergizi merupakan faktor krusial bagi konsentrasi siswa, terutama saat mereka harus beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru dan mungkin tidak senyaman gedung asli mereka.

“Keberlangsungan program MBG di masa transisi ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak," jelas Ummiati Nasution. Saya berharap renovasi dari Kementerian PUPR dapat berjalan tepat waktu sehingga siswa dapat segera menikmati fasilitas baru sembari tetap didukung oleh program gizi yang konsisten." Ucap Ummiati dengan penuh harap.

Tantangan logistik dalam mendistribusikan makanan ke tujuh lokasi berbeda bukanlah perkara mudah. Namun, tim lapangan telah menyiapkan skema distribusi yang matang agar makanan tetap sampai tepat waktu sebelum jam istirahat dimulai.

Penanggung Jawab MBG MIN 3 Asahan, Diski Pranadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan rute distribusi dengan cermat. Mengingat lokasi belajar yang terpencar, ketepatan waktu menjadi kunci utama agar tidak ada siswa yang terlewatkan.

"Tim SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) tetap berkomitmen mengirimkan menu MBG ke setiap titik lokasi belajar tanpa terkecuali. Saat ini ada 7 lokasi yang harus kami jangkau setiap harinya, dan kami pastikan kualitas serta kuantitasnya tetap sama seperti saat di madrasah induk," ungkapnya.

Diski menekankan bahwa koordinasi antara tim dapur, kurir distribusi, dan guru di setiap titik lokasi belajar berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Menurutnya, manajemen logistik yang ketat menjadi kunci utama agar program ini tidak terhambat oleh jarak antar lokasi relokasi.

"Setiap pagi, armada pengantar sudah siap bergerak menyisir jalanan menuju rumah-rumah atau gedung yang disewa sebagai tempat belajar sementara. Kami berpacu dengan waktu agar sebelum jam istirahat tiba, makanan sudah sampai di tangan siswa dalam kondisi terbaik," terang Diski kepada Tim Humas. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post