Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Rosilawati, Terapkan Metode PJBL untuk Tingkatkan Kreativitas Siswa

Guru sedang memberikan contoh cara melipat kertas karton agar menjadi bangun ruang

Pulau Rakyat (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa Rosilawati Saragih, S.Pd.I, salah satu guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PJBL) di kelas VI-A. Metode ini diaplikasikan pada materi bangun ruang dengan tujuan merangsang kreativitas siswa dalam membuat model bangun ruang menggunakan bahan sederhana seperti kertas karton. (25/01/2025)

Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Rosilawati atas inovasinya dalam pembelajaran.

"Kami sangat mendukung guru-guru yang berinovasi untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Metode PJBL ini sangat relevan karena melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar, sehingga pemahaman mereka terhadap konsep menjadi lebih mendalam," ujar Tohiruddin

Dalam kesempatan yang sama, Tohiruddin juga memberikan pujian kepada para siswa atas kerja keras mereka.

“Anak-anak hebat ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang mencoba hal baru dan belajar melalui pengalaman,” tutupnya.

Rosilawati menjelaskan bahwa metode PJBL dirancang untuk melibatkan siswa dalam proyek yang berhubungan langsung dengan materi pelajaran.

“Dengan membuat bangun ruang seperti kubus, balok, dan segitiga menggunakan kertas karton, siswa dapat memahami konsep dan sifat-sifat bangun ruang secara konkret,” terangnya.

Proses pembelajaran dimulai dengan memberikan pengantar mengenai konsep dasar bangun ruang. Rosilawati kemudian membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk bekerja sama. Setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat model bangun ruang tertentu dengan menggunakan bahan yang telah disediakan.

Menurut Rosilawati, metode PJBL tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, tetapi menumbuhkan karakter siswa seperti kerja sama, kreativitas, dan pemecahan masalah.

“Metode ini sangat cocok untuk siswa madrasah karena mengintegrasikan nilai-nilai kerja sama dan tanggung jawab,” jelasnya.

Siswa tampak antusias dalam menjalankan tugas tersebut. Mereka berdiskusi, mengukur, dan memotong kertas karton dengan cermat untuk menciptakan bentuk yang sesuai.

Sebelum pembelajaran berakhir, hasil karya siswa kemudian dipresentasikan di depan kelas. Setiap kelompok menjelaskan langkah-langkah yang mereka lakukan serta sifat-sifat bangun ruang yang telah mereka buat. Proses ini membantu siswa meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post