Kepala Madrasah Sampaikan Larangan Pengutipan dan Terima Kado saat HGN dihadapan para guru (foto: Yudi)
Pulau Rakyat (Humas) - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar persiapan dalam menyambut Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 yang jatuh pada tanggal 25 November 2025. Persiapan ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., berlangsung di ruang kepala madrasah pada hari Rabu, (19/11/2025). Pertemuan ini berfokus pada penyusunan agenda, pembagian tugas upacara bendera, dan yang paling utama, penegasan kebijakan terkait praktik pemberian apresiasi kepada guru.
Saat rapat berlangsung, Ummiati Nasution menyampaikan aturan yang sifatnya sangat tegas dan tanpa kompromi. Ia menekankan pentingnya peringatan HGN sebagai momen refleksi, bukan ajang untuk memberatkan siswa atau wali murid. Inti dari arahan dari Ummiati adalah larangan mutlak terhadap segala bentuk pungutan atau pengutipan dana kepada siswa untuk keperluan peringatan Hari Guru. Larangan ini bertujuan untuk menjaga integritas madrasah dan memastikan tidak ada beban finansial tambahan yang ditimpakan kepada orang tua siswa.
"Saya tegaskan sekali lagi, dan ini adalah instruksi yang wajib dipatuhi, tidak ada satu pun guru di lingkungan MIN 3 Asahan yang diperbolehkan, dengan alasan apa pun, untuk mengutip atau meminta sumbangan dana dari siswa, meskipun itu ditujukan untuk perayaan Hari Guru yang akan datang! Ini adalah larangan mutlak!" terang Ummiati dengan intonasi tegas.
Tidak hanya itu, Ummiati Nasution juga secara spesifik menyampaikan larangan bagi para guru untuk menerima kado atau bingkisan dari siswa maupun wali murid. Kebijakan ini diambil untuk mencegah potensi gratifikasi dan memastikan proses belajar mengajar berjalan secara profesional dan objektif.
“Jika ada siswa yang membawa kado, tolong tolak secara baik-baik. Kita di sini adalah pendidik, bukan penerima hadiah. Apresiasi terbaik kita adalah melihat anak-anak kita sukses tanpa terbebani.” Tegasnya lagi.
"Perlu diingat baik-baik, bapak dan ibu guru sekalian, bahwa esensi dari Hari Guru adalah hari untuk kita semua merenungkan dan menghargai tulusnya jasa pengorbanan kita dalam mendidik, bukan malah menjadi momentum untuk menuntut imbalan, apalagi berbentuk materi!. Oleh karena itu, saya tidak ingin mendengar laporan sekecil apa pun mengenai adanya pungutan dana liar dari siswa, ataupun menerima kado/hadiah yang sifatnya berlebihan dan memberatkan pihak orang tua. Mari kita jaga integritas MIN 3 Asahan!" tambahnya
Menutup sesi yang penuh penegasan tersebut, Ummiati Nasution kembali menarik perhatian para guru, memastikan tidak ada satu pun instruksinya yang dianggap angin lalu. Ia tidak hanya berhenti pada larangan, tetapi juga menegaskan konsekuensi yang harus ditanggung bagi pelanggar. Siapa pun guru di MIN 3 Asahan yang terbukti secara sah melanggar kesepakatan dan aturan yang baru saja ditetapkan, terutama terkait pengutipan dana atau penerimaan hadiah berlebihan, akan menerima sanksi yang tegas.
"Pada kesempatan yang penting ini, ingat baik-baik!, saya ingin menegaskan satu hal terakhir, siapa yang melanggar, akan ada konsekuensi yang harus diterima. Ini bukan sekadar aturan, ini adalah komitmen kita bersama, tanpa terkecuali, untuk menjaga dan menjunjung tinggi integritas nama baik MIN 3 Asahan!" ujarnya mengingatkan.
Usai menyampaikan larangan keras yang menggarisbawahi pentingnya integritas, suasana rapat segera beralih dari ketegasan menjadi fokus yang lebih terstruktur. Agenda berlanjut pada persiapan teknis untuk peringatan Hari Guru Nasional (HGN). Ummiati Nasution, dengan sigap dan terarah, memimpin diskusi penentuan panitia inti dan pembagian tugas rinci untuk kelancaran pelaksanaan upacara bendera. Tanpa membuang waktu, ia segera menunjuk nama-nama guru yang dinilai paling kompeten untuk memegang peran-peran kunci: mulai dari penentuan komandan upacara yang harus memiliki suara lantang dan sikap disiplin, pembawa acara yang dituntut cermat dalam susunan acara, hingga tim petugas pengibar bendera yang memerlukan koordinasi dan pelatihan khusus. Seluruh penetapan ini dilakukan dengan musyawarah singkat, memastikan setiap guru yang ditunjuk siap menerima tanggung jawabnya masing-masing.
Selain itu, hal penting lain yang diputuskan dalam rapat adalah mengenai lokasi pelaksanaan upacara. Jika proses pembangunan ruang kelas di madrasah telah dimulai atau sedang berlangsung intensif pada tanggal 25 November, maka lokasi upacara akan dipindahkan di lapangan masjid terdekat. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...
Berita Terbaru
Penyuluh Agama Islam KUA Tinggi Raja Isi Pengajian Majelis Taklim Al-Falah di Desa Sumber Harapan dengan Pesan Cinta Ilmu
21 April 2026
Dialog Keagamaan Humanis, Penyuluh Agama Islam Perkuat Kebersamaan di Kisaran Timur
21 April 2026
Suasana Khidmat di Ruang Sederhana, Bimbingan Perkawinan Hadirkan Kesejukan Hati
21 April 2026
Momentum Hari Kartini 2026, MAN Asahan Dorong Literasi melalui Lomba Karya Tulis Ilmiah
21 April 2026
MAN Asahan Gelar Upacara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026, Sarat Nilai Emansipasi
21 April 2026
Bimas Kriaten: “Sentuhan Iman di Tengah Pemulihan: Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan bersama Penyuluh Agama Kristen Melaksanakan Bimbingan Rohani bagi Pasien Umat Kristen di RSUD Bunda Mulia Kisaran”