Kemenag Asahan Distribusikan 17 Sapi dan 1 Kambing ke Berbagai Kecamatan, Wujud Nyata Program Kemenag Berdampak
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan menunjukkan komitmen kepedulian sosialnya kepada masyarakat pada Hari Raya Idul Adha
Loading...
Kisaran
(Humas). Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan sukses menggelar
hari terakhir rangkaian Talkshow dalam bingkai Pekan Ramadan Mubarak Berdampak,
Jumat (06/03/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mengangkat topik
krusial bagi umat Islam di penghujung Ramadan, yakni Kiat Meraih Maghfiroh,
sebagai agar memotivasi ASN dan masyarakat untuk memaksimalkan ibadah sebelum
fajar Idul fitri menyapa.
Hadir
sebagai pemateri utama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan,
H. Salman Abdullah Tanjung, Lc., MA. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa
ampunan Allah adalah anugerah terbesar yang harus dikejar oleh setiap mukmin.
Beliau mengingatkan bahwa rahmat Allah SWT jauh lebih luas daripada dosa-dosa
hamba-Nya, dan luasnya ampunan-Nya jauh lebih layak untuk diharapkan
dibandingkan sekadar mengandalkan kuantitas amalan pribadi yang penuh
kekurangan.
Poin
penting pertama yang ditekankan oleh H. Salman adalah urgensi keyakinan dalam
berdoa. Beliau mengimbau agar setiap hamba memiliki optimisme tinggi bahwa
setiap pinta pasti dikabulkan. "Jangan pernah ragu saat bersimpuh di
hadapan Sang Khalik. Salah satu adab berdoa adalah tidak mengatakan 'Ampunilah
aku jika Engkau mau, ya Allah'. Sebaliknya, mintalah dengan ketegasan dan
kemantapan hati karena Allah Maha Pemurah," tegas beliau di hadapan para
audiens.
Lebih
lanjut, Ketua MUI Asahan ini membagikan resep agar doa dan taubat senantiasa
terjaga kualitasnya, yakni dengan prinsip kontinuitas atau istikamah.
Menurutnya, maghfiroh bukan sekadar dicari saat merasa berdosa, melainkan
melalui proses ibadah yang konsisten. Selain itu, beliau juga menyoroti aspek
Aklul Halal (mengonsumsi makanan yang halal) sebagai syarat mutlak diterimanya
doa, karena apa yang masuk ke dalam tubuh menjadi energi yang menggerakkan
ketaatan.
Aspek
fundamental yang menjadi penutup materi adalah Menjaga Tauhid. H. Salman
menjelaskan bahwa ampunan Allah akan sulit diraih jika hati masih terbelenggu
oleh kemusyrikan. Memurnikan keesaan Allah dalam setiap sendi kehidupan
merupakan kunci utama agar pintu maghfiroh terbuka lebar bagi seorang hamba,
terutama di hari-hari terakhir Ramadan yang penuh keberkahan ini.
Kegiatan
ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari keluarga besar Kemenag Asahan. Acara
tampak dipenuhi oleh jajaran pejabat fungsional dan struktural, Kepala Kantor
Urusan Agama (KUA), hingga Kepala Madrasah dari berbagai tingkatan. Kehadiran
para penyuluh agama Islam, guru, siswa madrasah, serta ibu-ibu Majelis Taklim
menambah semarak diskusi lintas generasi tersebut.
Melalui
talkshow ini, Kemenag Asahan berharap nilai-nilai spiritual yang disampaikan
dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya selama bulan
Ramadan. Dengan berakhirnya rangkaian Pekan Ramadan Mubarak ini, diharapkan
muncul semangat baru bagi seluruh elemen pendidikan dan keagamaan di Kabupaten
Asahan untuk terus menebar kemaslahatan dan menjaga kesucian hati. (FR)
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan menunjukkan komitmen kepedulian sosialnya kepada masyarakat pada Hari Raya Idul Adha
penyerahan sk pns
Komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup