Bimas Katolik Kemenag Asahan Laksanakan Misa Paskah Bersama di Lapas: Allah yang Berbelas Kasih
Suasana penuh haru dan sukacita mewarnai pelaksanaan Misa Paskah yang diselenggarakan oleh Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asaha...
Loading...
Asahan (Humas BimKat). Penyuluh
Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melaksanakan
ibadat bersama untuk pertemuan pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025
bersama kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat, Desa Padang
Mahondang pada Jumat, 19 September 2025. Wawan melaksanakan ibadat BKSN yang kedua
dengan tema Umat Katolik yang Bermisi Membarui Diri Relasi dengan Sesama dari Za.
7:1-14. Wawan ingin para remaja dapat semakin memahami makna membarui relasi
dengan sesama, menyadari bahwa ibadah yang sejati kepada Allah senantiasa
disertai dengan tindakan belas kasih bagi sesama, dan terdorong bermisi lewat
tindakan bela rasa dan rela berbagi demi kesejahteraan bersama.
Pada pertemuan kedua, para
remaja diajak merenungkan nubuat Nabi Zakharia yang berkisah tentang setelah
Bait Allah diruntuhkan, orang Yahudi berpuasa untuk mengungkapkan kesedihan
mereka. Sekarang mereka sedang membangun kembali bangunan suci itu, yang tidak
lama lagi akan selesai. Mereka pun bertanya, “Apakah mereka masih perlu
berpuasa untuk meratapi keruntuhan Bait Allah?” Ungkapan iman seperti apa yang
harus mereka kerjakan sesuai kehendak Allah?
“Para saudara yang
terkasih. Pada pertemuan kedua ini, Tuhan menegur mereka karena puasa yang
mereka lakukan tidak lahir dari hati yang tulus, melainkan untuk kepentingan
diri sendiri. Mereka mengabaikan firman Tuhan yang telah disampaikan melalui
para nabi terdahulu, yaitu hidup adil, menunjukkan kasih sayang, serta tidak
menindas kaum rentan seperti janda, anak yatim, pendatang, dan orang miskin.
Karena hati mereka keras dan tidak mau mendengarkan suara Tuhan, akibatnya
mereka dihukum dengan cara dibuang ke bangsa-bangsa asing dan negeri mereka
menjadi sunyi sepi”, jelas Wawan.
Melalui teguran tersebut,
kita diajak menyadari bahwa hidup beriman bukan hanya soal hubungan pribadi
dengan Tuhan, tetapi juga harus tampak nyata dalam hubungan dengan sesama.
Tuhan tidak menghendaki ibadah yang hanya bersifat ritual, tetapi yang membuahkan
keadilan dan kasih. Iman sejati mesti melahirkan kepedulian sosial. Ketaatan
kepada Tuhan harus terwujud dalam kepekaan terhadap penderitaan orang lain.
Dalam ibadat BKSN ini Wawan menekankan, “Maka, sebagai orang Katolik, kita dipanggil untuk membarui relasi dengan sesama sebagai buah pertobatan dan peribadatan yang benar di hadapan Allah, yaitu relasi yang dibangun atas dasar cinta, kepedulian, dan keadilan sosial.” (AW)
Suasana penuh haru dan sukacita mewarnai pelaksanaan Misa Paskah yang diselenggarakan oleh Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asaha...
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja be...