Loading...

  • Senin, 18 Mei 2026

Penyuluh Agama Katolik Memberi Perspektif untuk Membangun Masa Depan

-

Asahan (Humas BimKat). Bagi seorang remaja, mereka seharusnya sudah memiliki gambaran tentang sebuah harapan atau cita-cita pada masa yang akan datang. Ketika ditanya, sebagian. remaja seringkali belum memiliki gambaran tentang masa depan. Padahal sebuah cita-cita memiliki peran penting bagi seseorang dalam usaha membangun masa depannya. Ibarat seorang yang ingin bepergian ke suatu tempat. Dia sudah tahu arah jalan yang harus dilaluinya. Ketika ada godaan untuk menuju tempat lain, dengan segera dia bisa mengarahkan langkahnya kembali ke arah jalan yang benar. Ibarat pula seorang nahkoda, dia tahu ke mana arah perahu harus ditambatkan.

 

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melakukan penyuluhan kepada remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat, Desa Padag Mahondang pada Kamis, 07 Agustus 2025. Para remaja mendengarkan penjelasan penyuluh dengan tenang persiapan masa depan. Tema penyuluhan ialah membangun masa depan.

 

Wawan mengatakan bahwa sangat penting bagi seorang remaja untuk mulai memahami dan menentukan cita-cita hidupnya. Cita-cita akan sangat mempengaruhi sikap seseorang dalam menjalani seluruh proses persiapan menuju tercapainya cita-cita tersebut. Semakin tinggi cita-cita seseorang, semakin tinggi pula persiapan, perencanaan, dan usaha keras yang harus dilakukan.

 

Wawan menegaskan bahwa Keteguhan hati, tekad yang kuat dalam memegang prinsip hidup sangat dibutuhkan sehingga orang tersebut tidak mudah goyah. Tidak mudah terbawa arus kesenangan atau kenikmatan pada saat itu. "Cita-cita bagaikan sebuah fondasi yang harus dibangun terlebih dahulu ketika seseorang akan mendirikan sebuah bangunan. Semakin kuat sebuah fondasi yang dibangun, semakin kokoh pula bangunan yang didirikan di atasnya. Seseorang harus mencanangkan cita-cita yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakatnya. Pilihan terhadap cita-cita merupakan pilihan yang independen dan bebas," ucap Wawan.


“Sebagai orang beriman Kristiani, apa pun cita-cita yang dipilih harus kesadaran kesadaran pada cita-cita merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan hidup yang sesungguhnya, yaitu keselamatan dalam Yesus Kristus,” tutup Wawan dalam penyuluhannya. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post