Loading...

  • Selasa, 23 Juni 2026

PD Fahmi Ummi Asahan Gelar Festival Nasyid, Kakankemenag Ajak Perkokoh Silaturahmi Lewat Seni

fgbyhumaskemenagasahan

Kisaran (Humas) – Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan mendadak syahdu dan meriah berkat lantunan syair-syair islami. Pengurus Daerah (PD) Fahmi Ummi Kabupaten Asahan, yang diketuai oleh Hj. Safrida Hanum, M.Pd., sukses menggelar kegiatan Festival Nasyid dalam rangka menyemarakkan Gebyar Muharram 1448 H / 2026 M,  Selasa (23/06/2026). Mengangkat tema "Membangun dan Memperkokoh Silaturrahmi Ummi-Ummi di Kabupaten Asahan", festival ini menjadi panggung kreativitas sekaligus ruang syiar bagi majelis taklim dari berbagai wilayah.

 

Kegiatan bernuansa religius ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Bupati Asahan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs. H. Witoyo, M.M. Kehadiran beliau menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang digerakkan oleh elemen masyarakat. Acara ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda seperti Danramil, serta jajaran internal Kemenag Asahan termasuk Kasi Bimas Islam, Penyelenggara Zawa, Kepala KUA Sei Kepayang, Ketua DWP Kemenag Asahan, Ketua IPARI, Pokjaluh, hingga ratusan jamaah Majelis Taklim yang mewakili lima kecamatan di Kabupaten Asahan.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif dan kerja keras pengurus Fahmi Ummi. Beliau menekankan bahwa momentum Gebyar Muharram ini harus dijadikan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar ummi-ummi se-Kabupaten Asahan. Melalui media seni nasyid, sekat-sekat geografis antar-kecamatan dapat dilebur dalam sebuah harmoni kebersamaan yang menyejukkan.

 

Lebih lanjut, Abdul Manan menyatakan bahwa seni nasyid bukan sekadar hiburan rekreasi semata, melainkan sebuah media edukasi yang sangat efektif. Menurut beliau, pesan moral dan ajaran kebaikan sering kali lebih mudah meresap dan mengena di hati masyarakat ketika disampaikan melalui bait lagu dan nada yang indah. Seni, dalam konteks ini, bertransformasi menjadi dakwah bil lisan yang cair namun memiliki dampak mendalam bagi para pendengarnya.

 

Di samping sebagai media edukasi, Kakankemenag Asahan juga menyoroti pentingnya festival ini dalam melestarikan kearifan lokal. Musik nasyid yang ditampilkan secara inheren turut mengangkat kembali identitas budaya khas Kabupaten Asahan yang sangat lekat dengan nuansa Melayu. Dengan menjaga kelestarian seni ini, Fahmi Ummi dinilai telah berkontribusi aktif dalam merawat akar budaya daerah agar tidak tergerus oleh modernisasi, sekaligus menjadikannya sarana praktis untuk mengalirkan nilai-nilai religi ke dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

 

Terkait sinergi kelembagaan, Abdul Manan mendorong agar Majelis Taklim dan Fahmi Ummi mampu terus berkolaborasi secara strategis dengan Pemerintah Kabupaten Asahan. Langkah nyata ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menyukseskan visi daerah, yakni mewujudkan masyarakat Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan. Beliau meyakini bahwa ekspresi seni dan semangat keagamaan yang terpancar dari festival ini akan memperkokoh persatuan dan persaudaraan yang kokoh di kalangan kaum perempuan atau ummi-ummi.

 

Menutup bimbingan dan arahannya, Kakankemenag Asahan menitipkan harapan besar agar Fahmi Ummi Kabupaten Asahan mampu berdiri tegak di garda terdepan dalam menghidupkan nilai-nilai keagamaan, khususnya bagi kaum ibu. Peran sentral seorang ibu dalam menjaga ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif eksternal. Melalui penanaman nilai religi yang kuat di rumah, diharapkan ketahanan keluarga di Asahan semakin kokoh demi masa depan daerah yang lebih berkah. (FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post