Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan terus berinovasi dalam menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman. Salah satu terobosan terbaru adalah memanfaatkan tanaman kelapa sawit yang tumbuh di sekitar area madrasah menjadi sapu dari pelepah sawit untuk membersihkan halaman. (16/06/2025)
Pemanfaatan pelepah kelapa sawit ini digagas oleh salah seorang guru MIN 3 Asahan, Jefriadi Samosir, S.Pd.SD. Menurutnya, pelepah kelapa sawit yang sebelumnya hanya dibiarkan begitu saja ternyata bisa menjadi alat kebersihan yang sangat berguna.
“Selama ini, pelepah sawit hanya dibiarkan menumpuk atau dibakar. Padahal jika dikeringkan dan dirangkai dengan benar, pelepah sawit dapat dijadikan sapu yang cukup kuat dan tahan lama,” ujar Jefriadi saat ditemui di halaman madrasah.
Jefri juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat secara lingkungan, tetapi juga bisa menjadi bentuk pendidikan karakter bagi siswa. Siswa diajak untuk turut serta dalam membuat sapu, sehingga mereka belajar untuk menghargai lingkungan serta bekerja sama dalam menjaga kebersihan.
“Kami ajak siswa-siswi untuk ikut memungut pelepah, memotongnya, dan merangkainya menjadi sapu. Dari sini mereka belajar bekerja sama dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh seluruh warga madrasah, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Hal ini menjadi bentuk nyata dari semangat gotong royong yang mulai tumbuh kembali di lingkungan pendidikan.
Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. Tohir mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh Bapak Jefriadi sangat sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di madrasah.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Selain mengajarkan siswa untuk peduli lingkungan, ini juga bisa menjadi contoh nyata bahwa kita bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita menjadi sesuatu yang berguna,” ucapnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa madrasah akan terus mendorong inovasi dan kreativitas para guru dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna dan bermanfaat bagi siswa.
“Kami tidak ingin hanya fokus pada pelajaran di kelas. Madrasah harus menjadi tempat untuk tumbuhnya ide, kreativitas, dan juga rasa tanggung jawab sosial,” tuturnya.
Tohiruddin melanjutkan, sapu dari pelepah sawit ini kemudian digunakan untuk membersihkan halaman madrasah setiap pagi. Siswa-siswi terlihat antusias menggunakan sapu buatan sendiri dan tampak bangga dengan hasil karya mereka.
“Dengan adanya kegiatan ini, suasana madrasah terlihat menjadi lebih bersih. Setiap sudut halaman terlihat lebih rapi dan asri berkat peran aktif seluruh warga madrasah.” Lanjutnya.
“Tidak hanya itu, guru-guru juga mengintegrasikan kegiatan membuat sapu ini ke dalam pelajaran prakarya dan muatan lokal, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual.” Imbuhnya.
Dikesempatan itu juga, Tohiruddin berharap, semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan ini dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di kalangan siswa dan seluruh warga madrasah. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...