Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

MIN 3 Asahan Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Kamad: Sampaikan 3 Pesan Penting

Kepala Madrasah sedang membacakan Amanat Menteri Sosial dihadapan ratusan siswa

Pulau Rakyat (Humas) - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di lapangan utama madrasah, pada hari Senin, 10 November 2025, tepat pukul 07.30 WIB. Upacara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa kepada seluruh warga madrasah. Bertindak sebagai Pembina pada upacara tersebut yaitu Kepala Madrasah, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd.

Upacara yang dihadiri oleh seluruh dewan guru, staf tata usaha, serta ratusan siswa MIN 3 Asahan tersebut berlangsung khidmat dan tertib. Sebagian siswa tampak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, menambah kekayaan warna dalam peringatan tersebut. Peringatan tahun 2025 ini mengambil tema Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.

Di atas mimbar upacara, Kepala Madrasah, Ummiati Nasution membacakan amanat resmi dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Amanat Menteri Sosial tersebut memuat refleksi mendalam mengenai nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pejuang kemerdekaan. Pesan-pesan ini dirancang untuk diresapi dan diimplementasikan oleh generasi muda, terutama para siswa MIN 3 Asahan.

Dalam amanatnya, Ummiati Nasution menyampaikan bahwa terdapat setidaknya tiga hal fundamental yang wajib diteladani dari kepribadian dan semangat juang para pahlawan bangsa. Tiga nilai ini dianggap sebagai kunci untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Nilai pertama yang ditekankan oleh Ummiati adalah tentang Kesabaran para Pahlawan dalam meniti jalan perjuangan. Ia menuturkan bahwa kesabaran adalah pondasi setiap langkah strategis yang diambil oleh para pejuang.

"Pertama, Kesabaran Para Pahlawan. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan." Ujarnya.

Lebih lanjut, Ummiati menyampaikan pentingnya sikap tenang dan pantang menyerah tersebut. Menurutnya, para pahlawan tetap bersabar meskipun harus menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan yang berliku.

"Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, bahwa kemerdekaan tidaklah diraih dengan tergesa-gesa, tetapi justru ditempa oleh waktu dan keikhlasan jiwa para pejuang” tambahnya.

Memasuki poin kedua, Ummiati Nasution mengajak seluruh peserta upacara untuk merenungkan semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Hal ini adalah etos tanpa pamrih yang menjadi pembeda sejati.

"Kedua, Semangat Untuk Mengutamakan Kepentingan Bangsa Di Atas Segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah." Terangnya.

Dikesempatan itu, Ummiati juga menjelaskan bahwa setelah tugas utama meraih kemerdekaan selesai, para pahlawan justru memilih kembali ke tengah masyarakat. Mereka mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian di berbagai sektor kehidupan.

Ummiati Nasution menyatakan bahwa kehormatan sejati tidak terletak pada posisi yang dimiliki, melainkan pada manfaat nyata yang mampu ditinggalkan untuk rakyat dan negara. Inilah spirit pengorbanan tanpa syarat yang harus diserap siswa.

Poin ketiga yang disampaikan Ummiati dalam amanatnya ialah Pandangan Jauh ke Depan atau visi futuristik para pahlawan. Ia mengatakan bahwa perjuangan mereka bukan hanya untuk saat itu, melainkan demi generasi yang akan datang dan kemakmuran bangsa.

"Ketiga, Pandangan Jauh Ke Depan, para Pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam." Tuturnya.

Ummiati menjelaskan bahwa bagi para pahlawan, menyerah bukanlah pilihan karena hal itu sama artinya dengan meninggalkan amanah kemanusiaan. Tekad ini adalah modal besar yang diwariskan kepada setiap anak bangsa. Semangat perjuangan yang pantang menyerah ini merupakan kekuatan moral bagi generasi saat ini dan mendatang untuk meneruskan cita-cita mulia yang telah ditunaikan oleh para pendahulu.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Ummiati Nasution secara khusus mengajak peserta upacara untuk merenung bahwa bentuk perjuangan di masa kini sudah bergeser. Perjuangan tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing melainkan dengan ilmu, empati dan pengabdian. Ia menekankan bahwa semangat yang mendasarinya tetap sama, yakni membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post