Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

MIN 3 Asahan Gelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025, Kuatkan Semangat "Merawat Semesta Dengan Cinta"

Pemotongan Nasi Tumpeng oleh Kepala KUA dan Kepala MIN 3 Asahan Usai Penyelenggaran Upacara (Foto: Uci)

Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 dengan khidmat dan lancar di lapangan utama madrasah pada Rabu Pagi (25/11/2025). Kegiatan upacara ini terasa istimewa karena melibatkan sinergi antara madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pulau Rakyat. Upacara diikuti oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pulau Rakyat beserta staf, Kepala MIN 3 Asahan, serta seluruh guru dan siswa-siswi MIN 3 Asahan. Keunikan terlihat dari susunan petugas upacara yang merupakan gabungan dari tenaga pendidik MIN 3 Asahan dan staf KUA.

Kepala KUA Kecamatan Pulau Rakyat, Said Lukman, S.Sy., bertindak sebagai Pembina Upacara. Sementara itu, posisi Pemimpin Upacara diisi oleh Raju Apana Syahputra Nasution, S.Pd.SD., M.M., seorang guru MIN 3 Asahan, dan pembacaan doa yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Irwansyah Siagian, S.HI.

Dalam amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang dibacakan oleh Pembina Upacara, ditekankan penghormatan setinggi-tingginya terhadap jasa para pendidik dan peran krusial guru sebagai pilar utama pembangunan pendidikan.

"Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan, dan tanggung jawab besarnya berada di pundak guru, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan kesalahan dalam pendidikan akan berdampak lintas generasi.” Ucapnya.

Lebih lanjut, Said Lukman menekankan bahwa di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, peran guru tidak dapat digantikan. Pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan budi pekerti, bahwa profesi guru adalah profesi yang melahirkan profesi-profesi lain, seperti dokter, ulama, dan negarawan.

Dikesempatan itu, Pembina Upacara juga menjelaskan bahwa tema Hari Guru Nasional 2025 dari Kementerian Agama adalah "Merawat Semesta Dengan Cinta." Tema ini sejalan dengan visi kepemimpinan nasional dan Kementerian Agama yang menekankan ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta.

"Guru dituntut tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mencintai sesama dan menjaga lingkungan, pendidikan yang berlandaskan cinta ini akan melahirkan generasi yang berkarakter, welas asih, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.” Terangnya.

Diwaktu yang sama, Amanat Menteri Agama yang dibacakan juga menyampaikan bahwa Negara terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru melalui standardisasi profesi, salah satunya dengan wajib sertifikasi PPG (Pendidikan Profesi Guru). Disebutkan pula bahwa jumlah peserta PPG telah meningkat drastis hingga 620% pada tahun 2025. Selain itu, sekitar 588 ribu guru telah menerima tunjangan profesi, dan 52 ribu guru honorer telah diangkat menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dalam tiga tahun terakhir. Amanat tersebut menutup dengan penekanan bahwa kepribadian guru adalah aspek paling menentukan keberhasilan pendidikan, sebab guru yang baik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan teladan hidup.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, yang ditemui usai upacara, mengungkapkan rasa bangganya atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan upacara HGN tahun ini sangat berbeda dengan upacara pada tahun-tahun sebelumnya, karena Kepala KUA dan staf ikut terlibat dalam memeriahkannya. Partisipasi tersebut tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga mempererat sinergi antara madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, menunjukkan dukungan penuh terhadap dunia pendidikan.

"Upacara Hari Guru Nasional tahun ini terasa sedikit berbeda dan sangat bermakna karena Bapak Kepala KUA Kecamatan Pulau Rakyat beserta staf ikut serta sebagai petugas upacara, kami juga mengucapkan terima kasih atas sinergi yang luar biasa ini. Ini adalah wujud dukungan penuh dari Kantor Urusan Agama terhadap pendidikan di madrasah," ujar beliau.

Usai pelaksanaan inti, seluruh peserta upacara disuguhkan penampilan kreativitas siswa-siswi MIN 3 Asahan, mulai dari tari massal, drama singkat, hingga tarian tradisional Tor-tor. Puncak perayaan HGN ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan bagi kemajuan pendidikan guru di madrasah. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post