Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau Rakyat
(Humas) -
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar upacara bendera dalam
rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-117. Upacara yang
berlangsung dengan khidmat ini dilaksanakan di halaman utama madrasah dan
diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf tata usaha MIN 3 Asahan.
(20/05/2025)
Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin
Hasibuan, S.Pd., M.M., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Tohir
memulai dengan kalimat syukur kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi
Muhammad SAW.
"Alhamdulillahirobbilalamin, washolatu
wassalamu ala asrofil ambiya wal mursalin, wa ala alihi wasohbihi ajmain,"
ucap Tohiruddin mengawali amanatnya.
Tohiruddin kemudian melanjutkan dengan
menyampaikan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik
Indonesia yang telah tertuang dalam lembaran kertas yang dipegangnya.
"Saya akan membacakan sambutan
dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia," ujar Tohiruddin
sebelum membacakan pidato tersebut.
Dalam pidatonya, Menteri Komdigi
menyampaikan refleksi mendalam mengenai sejarah berdirinya organisasi Budi
Utomo, sebuah tonggak penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.
"117 tahun yang lalu, di tengah
keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang
menyalakan api perubahan," demikian petikan awal pidato yang dibacakan
oleh Tohiruddin.
Pidato tersebut menekankan betapa
pentingnya pendirian Budi Utomo dalam membangun keyakinan bangsa akan kemampuan
diri sendiri untuk meraih kemajuan.
"Melalui pendirian Budi Utomo,
bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya
digantungkan kepada kekuatan asing; bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila
kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri," lanjut Tohiruddin
membacakan.
Namun, pidato tersebut juga
mengingatkan bahwa kebangkitan bangsa bukanlah sebuah peristiwa yang terjadi
sekali selesai, melainkan sebuah ikhtiar yang berkelanjutan.
"Namun, kebangkitan itu bukanlah
sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Kebangkitan adalah ikhtiar yang
terus hidup," tegas isi pidato tersebut.
Lebih lanjut, pidato tersebut mengajak
seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya mengenang romantisme masa lalu, tetapi
juga berani menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Ia menuntut kita untuk tidak
terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab
tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks:
disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman
terhadap kedaulatan digital kita," demikian bunyi pidato yang dibacakan
dengan lantang.
Setelah menyampaikan bagian mengenai
sejarah Kebangkitan Nasional, Tohiruddin melanjutkan dengan membacakan
program-program prioritas Pemerintah Presiden Prabowo-Gibran dalam 150 hari
pertama kepemimpinan.
"Pemerintahan Presiden
Prabowo-Gibran yang bersatu didalam kabinet merah putih, pemerintah memulai
langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari
kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari Rakyat," ucap
Tohiruddin.
Pidato tersebut menekankan bahwa
kebangkitan yang besar justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana,
seperti kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang.
"Karena kami percaya, kebangkitan
yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. Dari
kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang," lanjut
Tohiruddin.
Dalam bidang kesejahteraan sosial,
pidato tersebut menyoroti implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang telah
memberikan manfaat kepada jutaan anak di Indonesia.
"Di bidang kesejahteraan sosial,
melalui Program Makan Bergizi Gratis, lebih dari 3,5 juta anak Indonesia kini
menikmati akses pada makanan bernutrisi," lanjut Tohir membacakan pidato.
Selanjutnya, dalam bidang kesehatan,
pidato tersebut menginformasikan tentang layanan pemeriksaan kesehatan gratis
yang telah dirasakan manfaatnya oleh ratusan ribu masyarakat.
"Dalam bidang kesehatan, lebih
dari 777.000 masyarakat sudah merasakan manfaat layanan pemeriksaan kesehatan
gratis. Bukan hanya soal berobat, tapi tentang memberi rasa tenang bahwa siapa
pun, di mana pun, berhak merasa aman ketika berbicara tentang
kesehatannya," ujar Tohiruddin.
Di akhir amanatnya, Tohiruddin menutup
dengan membacakan ajakan dari Menteri Komdigi untuk terus menjaga persatuan dan
kesatuan bangsa demi keberlangsungan kebangkitan nasional.
"Mari kita jaga kebangkitan ini
dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi
pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan," demikian
ajakan yang dibacakan oleh Tohiruddin.
Pidato tersebut diakhiri dengan
penekanan bahwa kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh
perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan
serta kesejahteraan yang dirasakan bersama.
"Karena sesungguhnya, kebangkitan
yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam
nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang
dirasakan bersama," pungkas Tohiruddin mengakhiri pembacaan pidato.
Upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional di MIN 3 Asahan berjalan dengan lancar dan khidmat. Semangat kebangsaan tampak terpancar dari wajah para siswa dan seluruh peserta upacara. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...