Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

MIN 3 Asahan Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-117

Kepala MIN 3 Asahan membacakan teks pidato Menteri Komdigi

Pulau Rakyat (Humas) - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-117. Upacara yang berlangsung dengan khidmat ini dilaksanakan di halaman utama madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf tata usaha MIN 3 Asahan. (20/05/2025)

Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Tohir memulai dengan kalimat syukur kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Alhamdulillahirobbilalamin, washolatu wassalamu ala asrofil ambiya wal mursalin, wa ala alihi wasohbihi ajmain," ucap Tohiruddin mengawali amanatnya.

Tohiruddin kemudian melanjutkan dengan menyampaikan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia yang telah tertuang dalam lembaran kertas yang dipegangnya.

"Saya akan membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia," ujar Tohiruddin sebelum membacakan pidato tersebut.

Dalam pidatonya, Menteri Komdigi menyampaikan refleksi mendalam mengenai sejarah berdirinya organisasi Budi Utomo, sebuah tonggak penting dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

"117 tahun yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan," demikian petikan awal pidato yang dibacakan oleh Tohiruddin.

Pidato tersebut menekankan betapa pentingnya pendirian Budi Utomo dalam membangun keyakinan bangsa akan kemampuan diri sendiri untuk meraih kemajuan.

"Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing; bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri," lanjut Tohiruddin membacakan.

Namun, pidato tersebut juga mengingatkan bahwa kebangkitan bangsa bukanlah sebuah peristiwa yang terjadi sekali selesai, melainkan sebuah ikhtiar yang berkelanjutan.

"Namun, kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup," tegas isi pidato tersebut.

Lebih lanjut, pidato tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya mengenang romantisme masa lalu, tetapi juga berani menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

"Ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks: disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita," demikian bunyi pidato yang dibacakan dengan lantang.

Setelah menyampaikan bagian mengenai sejarah Kebangkitan Nasional, Tohiruddin melanjutkan dengan membacakan program-program prioritas Pemerintah Presiden Prabowo-Gibran dalam 150 hari pertama kepemimpinan.

"Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran yang bersatu didalam kabinet merah putih, pemerintah memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari Rakyat," ucap Tohiruddin.

Pidato tersebut menekankan bahwa kebangkitan yang besar justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana, seperti kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang.

"Karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang," lanjut Tohiruddin.

Dalam bidang kesejahteraan sosial, pidato tersebut menyoroti implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang telah memberikan manfaat kepada jutaan anak di Indonesia.

"Di bidang kesejahteraan sosial, melalui Program Makan Bergizi Gratis, lebih dari 3,5 juta anak Indonesia kini menikmati akses pada makanan bernutrisi," lanjut Tohir membacakan pidato.

Selanjutnya, dalam bidang kesehatan, pidato tersebut menginformasikan tentang layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dirasakan manfaatnya oleh ratusan ribu masyarakat.

"Dalam bidang kesehatan, lebih dari 777.000 masyarakat sudah merasakan manfaat layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Bukan hanya soal berobat, tapi tentang memberi rasa tenang bahwa siapa pun, di mana pun, berhak merasa aman ketika berbicara tentang kesehatannya," ujar Tohiruddin.

Di akhir amanatnya, Tohiruddin menutup dengan membacakan ajakan dari Menteri Komdigi untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi keberlangsungan kebangkitan nasional.

"Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan," demikian ajakan yang dibacakan oleh Tohiruddin.

Pidato tersebut diakhiri dengan penekanan bahwa kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama.

"Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama," pungkas Tohiruddin mengakhiri pembacaan pidato.

Upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional di MIN 3 Asahan berjalan dengan lancar dan khidmat. Semangat kebangsaan tampak terpancar dari wajah para siswa dan seluruh peserta upacara. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post