Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Min 3 Asahan Gelar Simulasi Ujian Berbasis Web, Siapkan Siswa Hadapi Era Digital

Kepala Madrasah turut memberikan bimbingan kepada siswa yang sedang mengawali kesulitan dalam simulasi (foto: Yudi)

Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan simulasi ujian berbasis web (daring) yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 dan kelas 6. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis madrasah untuk mengadaptasikan diri dengan perkembangan teknologi dan mempersiapkan peserta didik menghadapi asesmen berbasis digital di masa mendatang. Simulasi yang berlangsung 60 menit ini diadakan secara serentak di ruang kelas masing-masing. (20/11/2025)

Menurut pantauan Tim Humas, para siswa kelas 5 dan 6 tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang dipandu oleh guru pembimbing. Setiap kelas memiliki dua guru yang bertugas memastikan proses simulasi berjalan tanpa hambatan teknis maupun prosedural.

Terlihat, para guru memberikan pengarahan secara rinci mengenai tata cara pelaksanaan ujian berbasis web. Materi pengarahan dimulai dari langkah paling awal, yaitu cara mengakses website ujian, kemudian siswa dipandu untuk mengetikkan alamat website (URL) yang telah ditentukan dengan benar.

Setelah berhasil mengakses, langkah selanjutnya adalah proses login. Guru menjelaskan secara detail bagaimana memasukkan username dan password yang telah dibagikan dalam bentuk kartu ujian kepada setiap siswa.

Poin penting dari simulasi ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang navigasi dan cara pengerjaan soal. Siswa diajari cara memilih jawaban, memastikan jawaban tersimpan, hingga proses akhir yaitu hentikan ujian atau pengiriman hasil ujian.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan simulasi tersebut memiliki tujuan yang sangat strategis, dan ia sangat menekankan agar siswa mereka tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mahir dalam penguasaan teknologi untuk ujian.

"Kegiatan simulasi yang kami selenggarakan ini memegang peran yang sangat penting dan strategis bagi kemajuan siswa. Kami sangat berpegang teguh pada prinsip bahwa anak-anak didik kami tidak hanya wajib menguasai kedalaman materi pelajaran yang kami berikan, tetapi juga harus mahir dan adaptif dalam penguasaan teknologi digital, terutama karena ini sangat esensial untuk menghadapi format ujian modern yang akan mereka lalui." Jelas Ummiati.

Disaat yang sama, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., juga menyampaikan secara rinci tujuan utama dari pelaksanaan simulasi ujian berbasis web ini. Pertama, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan membiasakan siswa pada sistem ujian berbasis web. Kedua, kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih kemandirian siswa dalam penggunaan perangkat gawai untuk hal positif. Tujuan ketiga adalah menguji kesiapan infrastruktur madrasah dan perangkat yang digunakan siswa.

​Selanjutnya, tujuan yang keempat adalah meminimalisir kesalahan teknis yang mungkin terjadi saat ujian sesungguhnya dilaksanakan. Dan yang terpenting, tujuan kelima dari simulasi ini adalah menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi ujian berbasis teknologi.

Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd. juga mengucapkan bahwa pihak madrasah ingin memastikan seluruh siswa sudah terbiasa dengan prosedur operasional standar (POS) ujian sebelum pelaksanaannya tiba. Ummiati menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman dan komitmen madrasah menuju pendidikan yang lebih maju dan adaptif.

"inisiatif simulasi ini kami pandang sebagai langkah penting yang sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman dan komitmen madrasah kami menuju pendidikan yang lebih maju dan adaptif. Keberhasilan simulasi ini, dengan sendirinya, akan menjadi tolok ukur utama bagi kesiapan kita semua dalam menghadapi ujian yang sesungguhnya." Terang Ummiati Nasution.

Di lokasi berbeda, Rosilawati Saragih, S.Pd.I., Koordinator Kurikulum MIN 3 Asahan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran keseluruhan proses simulasi. Rosilawati mengatakan bahwa proses simulasi berjalan dengan sangat baik dan lancar. Ia juga menuturkan bahwa para siswa menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan cepat beradaptasi dengan sistem baru.

“Alhamdulillah, proses simulasi ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Para siswa menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan cepat beradaptasi dengan sistem baru,” tutur Rosilawati.

Meskipun demikian, Rosilawati tidak menampik adanya beberapa kendala minor yang berhasil diatasi dengan cepat. Ia menjelaskan bahwa pihak madrasah mencatat ada 4 orang siswa yang tidak dapat mengikuti simulasi karena terkendala tidak membawa perangkat handphone (HP) mereka.

Menyikapi hal tersebut, guru-guru pendamping bertindak cepat. Mereka segera meminjamkan handphone pribadi milik mereka kepada keempat siswa tersebut. Langkah ini dilakukan agar seluruh siswa kelas 5 dan 6 dapat merasakan pengalaman simulasi secara utuh. Tindakan sigap para guru ini menunjukkan komitmen MIN 3 Asahan untuk tidak ada satu pun siswa yang tertinggal dalam proses simulasi ujian berbasis web. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post