Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan simulasi ujian berbasis web
(daring) yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 dan kelas 6. Kegiatan ini
merupakan bagian dari upaya strategis madrasah untuk mengadaptasikan diri dengan
perkembangan teknologi dan mempersiapkan peserta didik menghadapi asesmen
berbasis digital di masa mendatang. Simulasi yang berlangsung 60 menit ini
diadakan secara serentak di ruang kelas masing-masing. (20/11/2025)
Menurut pantauan Tim Humas, para
siswa kelas 5 dan 6 tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang dipandu oleh
guru pembimbing. Setiap kelas memiliki dua guru yang bertugas memastikan proses
simulasi berjalan tanpa hambatan teknis maupun prosedural.
Terlihat, para guru memberikan
pengarahan secara rinci mengenai tata cara pelaksanaan ujian berbasis web.
Materi pengarahan dimulai dari langkah paling awal, yaitu cara mengakses
website ujian, kemudian siswa dipandu untuk mengetikkan alamat website (URL)
yang telah ditentukan dengan benar.
Setelah berhasil mengakses,
langkah selanjutnya adalah proses login. Guru menjelaskan secara detail
bagaimana memasukkan username dan password yang telah dibagikan dalam bentuk
kartu ujian kepada setiap siswa.
Poin penting dari simulasi ini
adalah memberikan pemahaman mendalam tentang navigasi dan cara pengerjaan soal.
Siswa diajari cara memilih jawaban, memastikan jawaban tersimpan, hingga proses
akhir yaitu hentikan ujian atau pengiriman hasil ujian.
Kepala
MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa
kegiatan simulasi tersebut memiliki tujuan yang sangat strategis, dan ia
sangat menekankan agar siswa mereka tidak hanya menguasai materi
pelajaran, tetapi juga mahir dalam penguasaan teknologi untuk ujian.
"Kegiatan simulasi yang
kami selenggarakan ini memegang peran yang sangat penting dan strategis bagi
kemajuan siswa. Kami sangat berpegang teguh pada prinsip bahwa anak-anak didik
kami tidak hanya wajib menguasai kedalaman materi pelajaran yang kami berikan,
tetapi juga harus mahir dan adaptif dalam penguasaan teknologi digital,
terutama karena ini sangat esensial untuk menghadapi format ujian modern yang
akan mereka lalui." Jelas Ummiati.
Disaat yang sama, Ummiati
Nasution, S.Pd.I., M.Pd., juga menyampaikan secara rinci tujuan utama dari
pelaksanaan simulasi ujian berbasis web ini. Pertama, ia menjelaskan bahwa
kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan membiasakan siswa pada sistem
ujian berbasis web. Kedua,
kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih kemandirian siswa dalam penggunaan
perangkat gawai untuk hal positif. Tujuan ketiga adalah menguji kesiapan
infrastruktur madrasah dan perangkat yang digunakan siswa.
Selanjutnya, tujuan yang
keempat adalah meminimalisir kesalahan teknis yang mungkin terjadi saat ujian
sesungguhnya dilaksanakan. Dan yang terpenting, tujuan kelima dari simulasi ini
adalah menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi ujian berbasis
teknologi.
Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd.
juga mengucapkan bahwa pihak madrasah ingin memastikan seluruh siswa sudah
terbiasa dengan prosedur operasional standar (POS) ujian sebelum pelaksanaannya
tiba. Ummiati menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan tuntutan
perkembangan zaman dan komitmen madrasah menuju pendidikan yang lebih maju dan
adaptif.
"inisiatif simulasi ini
kami pandang sebagai langkah penting yang sejalan dengan tuntutan perkembangan
zaman dan komitmen madrasah kami menuju pendidikan yang lebih maju dan adaptif.
Keberhasilan simulasi ini, dengan sendirinya, akan menjadi tolok ukur utama
bagi kesiapan kita semua dalam menghadapi ujian yang sesungguhnya." Terang
Ummiati Nasution.
Di lokasi berbeda, Rosilawati
Saragih, S.Pd.I., Koordinator Kurikulum MIN 3 Asahan, mengungkapkan rasa
syukurnya atas kelancaran keseluruhan proses simulasi. Rosilawati mengatakan
bahwa proses simulasi berjalan dengan sangat baik dan lancar. Ia juga
menuturkan bahwa para siswa menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan cepat
beradaptasi dengan sistem baru.
“Alhamdulillah, proses simulasi
ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Para siswa menunjukkan semangat
belajar yang tinggi dan cepat beradaptasi dengan sistem baru,” tutur
Rosilawati.
Meskipun demikian, Rosilawati
tidak menampik adanya beberapa kendala minor yang berhasil diatasi dengan
cepat. Ia menjelaskan bahwa pihak madrasah mencatat ada 4 orang siswa yang
tidak dapat mengikuti simulasi karena terkendala tidak membawa perangkat
handphone (HP) mereka.
Menyikapi hal tersebut,
guru-guru pendamping bertindak cepat. Mereka segera meminjamkan handphone
pribadi milik mereka kepada keempat siswa tersebut. Langkah ini dilakukan agar
seluruh siswa kelas 5 dan 6 dapat merasakan pengalaman simulasi secara utuh.
Tindakan sigap para guru ini menunjukkan komitmen MIN 3 Asahan untuk tidak ada
satu pun siswa yang tertinggal dalam proses simulasi ujian berbasis web. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...