Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

MIN 3 Asahan Gelar Rakor: Siap Hadapi SAS Ganjil Berbasis CBT

Kepala Madrasah Sedang Pimpin Rapat Koordinasi dengan Para Dewan Guru dan Staf Tata Usaha (sumber foto: Diski)

Pulau Rakyat (Humas) – Guna memastikan kelancaran pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 dan meningkatkan aspek keselamatan siswa di lingkungan madrasah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan seluruh dewan guru dan staf Tata Usaha (TU). Pertemuan ini dilangsungkan pada Kamis (13/11) di ruang kelas 3 B MIN 3 Asahan, rapat dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.30 WIB.

Rapat koordinasi ini memiliki dua agenda utama yang menjadi sorotan penting bagi seluruh guru dan staf  tata usaha madrasah. Agenda pertama adalah persiapan matang untuk pelaksanaan SAS ganjil yang akan dilaksanakan pada awal Desember mendatang dan pada tahun ini akan menggunakan metode yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Agenda kedua, yang tak kalah penting, rapat berfokus pada peran vital guru kelas dalam memastikan keselamatan dan keamanan seluruh anak didik, khususnya selama jam-jam rawan seperti jam istirahat dan saat kepulangan sekolah.

Perubahan mendasar dalam pelaksanaan SAS ganjil tahun ini adalah penggunaan sistem daring atau online. Siswa kelas 5 dan 6 akan mengerjakan ujian berbasis komputer.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah progresif untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi berbagai ujian kompetensi berbasis Computer Based Test (CBT) untuk masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.

“Tahun ini, kita mengambil kebijakan signifikan dengan melaksanakan Sumatif Akhir Semester ganjil secara online,” tegas Ummiati Nasution dalam pembukaan rapat.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Tujuannya jelas, yaitu membiasakan anak-anak kita dengan teknologi dan format ujian berbasis CBT yang akan mereka temui di masa depan.”imbuhhnya.

Ummiati menambahkan, bahwa transisi ini membutuhkan adaptasi, baik dari sisi teknis persiapan perangkat, jaringan internet, maupun kesiapan mental dan keterampilan digital siswa serta guru.

Memasuki agenda kedua, Ummiati Nasution menekankan pentingnya pengawasan berlapis untuk menjamin keselamatan siswa di lingkungan madrasah, terutama pada waktu rawan yang sering luput dari perhatian.

“Keselamatan anak adalah prioritas nomor satu. Kami tidak ingin ada insiden sekecil apa pun yang terjadi karena kelalaian pengawasan,” ujar Ummiati dengan nada serius.

Fokus utama pengawasan ini adalah saat jam istirahat, di mana siswa bergerak bebas di area kantin, lapangan, serta pada saat jam pulang sekolah. Mengenai jam kepulangan, MIN 3 Asahan menetapkan prosedur khusus di mana guru piket dan staf TU wajib memastikan setiap siswa dijemput oleh orang tua atau wali yang sah, atau sudah aman dalam perjalanan pulang bagi siswa yang mandiri.

“Pastikan tidak ada anak yang tertinggal di area madrasah tanpa pengawasan yang jelas. Guru kelas harus berada di depan pintu gerbang untuk memastikan proses penjemputan berjalan tertib dan aman,” perintah Ummiati Nasution kepada seluruh guru.

Disaat itu juga, Ummiati menegaskan bahwa peran guru kelas sangat sentral, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai orang tua kedua yang bertanggung jawab penuh atas keamanan fisik dan emosional siswa selama berada di lingkungan madrasah.

Rapat koordinasi yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut berjalan secara interaktif, dengan sesi tanya jawab yang memberikan ruang bagi guru dan staf TU untuk menyampaikan masukan serta tantangan di lapangan.

“Kepada seluruh dewan guru dan staf tata usaha, saya tekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sumatif Akhir Semester online dan terjaminnya keselamatan siswa di madrasah adalah cerminan dari profesionalitas dan komitmen kita semua,” ujar pimpinan rapat tersebut.

“Mari kita laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Ujian online adalah lompatan maju, dan pengawasan keselamatan adalah bentuk kasih sayang kita. Dua hal ini harus berjalan beriringan untuk menciptakan MIN 3 Asahan yang unggul dan aman,” tutup Ummiati Nasution saat mengakhiri rapat. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post