Jelang TKA dan Ujian Madrasah, MIN 3 Asahan Mantapkan Persiapan Lewat Rakor Bersama Wali Murid
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Loading...
Pulau
Rakyat (Humas) — Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pahlawan, Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar pawai budaya dan seragam pahlawan
sepanjang 2 kilometer di jalan protokol Desa Pulau Rakyat Tua. Puluhan siswa
berpakaian adat nusantara, didampingi teman-teman mereka yang mengenakan
seragam tentara, polisi, dan seragam sekolah, berjalan dengan tertip dan penuh
semangat. Kegiatan yang dilaksanakan usai upacara ini diikuti seluruh siswa
kelas I hingga VI dan seluruh guru. (10/11/2025)
Pawai dimulai pukul 09.00 WIB dari halaman MIN 3 Asahan,
bergerak menuju Masjid Al-Hidayah, dengan rute yang telah disiapkan oleh dewan
guru. Suasana semarak tercipta dengan iringan yel-yel terlantun setiap hentakan
kaki siswa. Terlihat para siswa mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah
seperti Baju Kurung Melayu, Ulos Batak, Kebaya Jawa, dan Songket, terlihat
antusias memamerkan kekayaan budaya Indonesia.
Saat
dimintai keterangan, Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, menyampaikan
bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk menanamkan nilai-nilai
nasionalisme sejak dini. Ia menjelaskan melalui pawai ini, para siswa
belajar tentang identitas daerah, rasa bangga terhadap budaya sendiri,
serta pentingnya toleransi dalam keberagaman.
“Siswa-siswi kami diajak untuk tidak hanya mengenakan
pakaian adat, tetapi memahami makna di baliknya, sehingga dengan harapan
kegiatan ini dapat menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada
anak-anak” ujarnya.
Diwaktu yang
sama, Ummiati Nasution, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian
dari kurikulum karakter berbasis nilai-nilai kebangsaan. Ia menyakini
bahwa pawai ini dapat memberikan edukasi kepada para siswa untuk dapat
mengenal dan menghargai budaya sendiri.
“Setiap pakaian adat memiliki asal-usul, nama, dan makna
filosofis dari suku atau daerah tertentu. Melalui pawai ini, siswa tidak hanya
memakai baju, tapi memahami identitas daerah yang menjadi bagian dari kebangsaan
Indonesia” terang Ummiati.
Pada kesempatan itu, Ummiati menyoroti tentang toleransi
dan persatuan, Ia menyatakan bahwa ketika siswa melihat teman-temannya
mengenakan pakaian adat dari daerah lain, mereka belajar menerima perbedaan dan
menghormati perbedaan budaya, suku, dan latar belakang, yang merupakan pondasi
penting dalam masyarakat majemuk.
"Ketika seragam tentara, polisi, dan pakaian adat
berjalan berdampingan, itu adalah gambaran nyata bahwa kita berbeda-beda,
tetapi tetap satu, hal ini sangat penting di tengah tantangan perpecahan yang
makin mengancam generasi muda saat ini," tutup Ummiati mengakhiri
pernyataannya. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., memimpin langsung jalannya Rapat Koordi...
Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, menghadiri kegiatan supervisi manajerial yang dip...
Pulau Rakyat (Humas) – Mengawali hari kerja pertama setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 A...