Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

MIN 3 Asahan Gelar Deklarasi Bersama Stop Bullying, Wujudkan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman

Kepala MIN 3 Asahan sedang menanda tangani spanduk komitmen bersama stop bulyying di madrasah

Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menggelar deklarasi bersama stop bullying. Kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh madrasah se-Provinsi Sumatera Utara ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Kegiatan deklarasi yang berlangsung di lapangan utama madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf TU. Selain itu, turut hadir pula perwakilan komite madrasah, yakni Hasna Siagian dan Sila Saragih. (17/01/2025)

Kepala MIN 3 Asahan, Tohiruddin Hasibuan, S.Pd., M.M., memberikan amanat sebelum deklarasi dimulai. Dalam amanatnya, Tohiruddin menyampaikan bahwa deklarasi ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.

“Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara” terangnya.

Tohiruddin menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menanamkan kesadaran kepada seluruh peserta didik akan pentingnya saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Bullying dalam bentuk apapun, baik itu perkataan, tindakan, maupun sikap, sama sekali tidak dapat ditolerir.

Lebih lanjut, Tohiruddin menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang sangat merugikan, baik bagi pelaku maupun korban.

“Korban bullying seringkali mengalami trauma psikologis yang berkepanjangan, sedangkan pelaku dapat berpotensi menjadi pribadi yang antisosial. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama mencegah dan memberantas bullying di lingkungan madrasah,” imbuhnya.

Hasnah Siagian dan Sila Saragih, perwakilan dari orang tua siswa  sangat mendukung penuh terhadap deklarasi ini. Mereka berharap agar semua pihak, termasuk orang tua, turut serta dalam mencegah bullying.

"Kami dari komite madrasah mendukung penuh langkah ini. Kita harus bekerja sama untuk memastikan anak-anak kita merasa aman di madrasah," kata Hasna Siagian.

Sila Saragih juga menambahkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan mendidik anak-anak mereka tentang bahaya bullying. "Pendidikan karakter dimulai dari rumah. Orang tua harus menjadi teladan dalam menghargai orang lain," ujarnya.

Tohiruddin berharap, melalui deklarasi ini, seluruh warga madrasah dapat menerapkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. “Kami juga mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama dalam menciptakan lingkungan madrasah yang bebas dari bullying. Dengan demikian, peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan mencapai prestasi yang optimal,” tutupnya.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa dan komite madrasah mengucapkan janji untuk tidak melakukan bullying dalam bentuk apapun kemudian mereka menanda tangani komitmen anti bullying di madrasah secara bersama-sama. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post