Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Kepala MIN 3 Asahan Tinjau SAS: Pastikan Ujian Berbasis CBT Berjalan Lancar

Kepala MIN 3 Asahan melaksanakan Observasi SAS Ganjil diruang kelas yang melakukan ujian berbasis Android

Pulau Rakyat (Humas) - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, melakukan observasi pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Observasi ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh kepala madrasah guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan ujian berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, khususnya kelas-kelas yang menyelenggarakan ujian berbasis Android (04/11).

Kegiatan observasi yang dilakukan oleh Ummiati Nasution menitikberatkan perhatiannya pada kelas 5 dan kelas 6 MIN 3 Asahan. Hal ini bukan tanpa alasan. Diketahui bahwa pelaksanaan ujian SAS Ganjil tahun ini menjadi momen perdana bagi siswa kelas 5 dan 6 untuk melaksanakan ujian melalui sistem Computer Based Test (CBT) dengan perangkat Android. Inovasi ini merupakan langkah maju yang diambil MIN 3 Asahan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses evaluasi pembelajaran.

Dalam observasinya, Ummiati Nasution berkeliling ke sejumlah ruang kelas yang digunakan untuk pelaksanaan ujian SAS Ganjil. Ia didampingi oleh tim teknisi CBT untuk melihat secara langsung suasana pengerjaan soal oleh para siswa. Namun, di kelas 5 dan 6, perhatian Kepala Madrasah terlihat lebih intens. Ummiati memantau bagaimana siswa berinteraksi dengan perangkat Android mereka.

Saat itu, Ummiati memantau perangkat Android yang digunakan untuk ujian, kestabilan jaringan internet, ketersediaan daya baterai, hingga kemampuan siswa dalam mengakses dan mengerjakan soal di aplikasi ujian. Ummiati terlihat dengan teliti mengamati proses login siswa, tampilan antarmuka aplikasi ujian, hingga proses siswa dalam menjawab dan menyelesaikan soal.

Saat dikonfirmasi usai melakukan observasi, Ummiati Nasution, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan SAS Ganjil terkhusus pada kelas 5 dan 6 yang melakukan ujian berbasis android.

“Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan SAS Ganjil ini berjalan dengan tertib dan lancar, fokus utama kami hari ini memang memastikan kelancaran, terkhusus bagi kelas yang melakukan ujian berbasis Android, yakni kelas 5 dan 6," tegasnya.

Dikesempatan itu, Ummiati menekankan pentingnya transisi ke sistem ujian digital tersebut, karena mereka ingin membiasakan anak-anak dengan sistem ujian yang lebih modern dan meminimalisir penggunaan kertas. Ummiati juga menjelaskan bahwa selama observasi, kendala-kendala yang muncul masih tergolong minor dan dapat segera diatasi.

“Meskipun perdana, kami optimis. Sejauh ini, kendala yang muncul masih dalam batas wajar dan bisa segera diatasi. Kami berharap sistem ini akan menjadi standar baku di MIN 3 Asahan ke depannya,” terangnya

Diwaktu yang sama, Ummiati Nasution menambahkan bahwa pelaksanaan SAS Ganjil berbasis Android ini bukan hanya sekadar ujian, melainkan tonggak sejarah bagi MIN 3 Asahan. Kesuksesan dalam penerapan perdana ini akan menjadi landasan untuk pengembangan evaluasi digital lebih lanjut di lingkungan madrasah, sehingga ia berharap inovasi ini dapat meningkatkan efektivitas waktu, akurasi nilai, dan membentuk generasi siswa yang adaptif terhadap teknologi digital. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post