Loading...

  • Selasa, 21 April 2026

Kepala MIN 3 Asahan Tinjau 7 Lokasi Belajar Sementara Guna Pastikan KBM Tetap Efektif

Kepala MIN 3 Asahan melakukan monitoring di kelas 2 seraya memberikan arahan dan motivasi bagi guru maupun peserta didik.

Pulau Rakyat (Humas) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar di tujuh titik lokasi belajar sementara yang tersebar di berbagai wilayah berbeda pada Senin, (05/01). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa seluruh peserta didik tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak meskipun saat ini madrasah sedang direhabilitasi.

​Kegiatan monitoring yang dilakukan sejak pagi hari ini tidak dilakukan sendirian. Ummiati didampingi secara khusus oleh Tim Humas MIN 3 Asahan yang bertugas mendokumentasikan serta memantau perkembangan situasi di lapangan. Kehadiran tim pendamping ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi positif kepada orang tua siswa mengenai kondisi terkini proses pembelajaran.

​Tujuh titik lokasi belajar sementara tersebut memiliki jarak yang cukup berjauhan dan karakteristik lingkungan yang beragam. Namun, jarak dan perbedaan lokasi tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat Kepala Madrasah untuk turun langsung ke lapangan. Ummiati berkomitmen bahwa kualitas pendidikan tidak boleh menurun sedikit pun meski berada di tempat yang terbatas.

​Dalam kunjungannya, Ummiati Nasution menyempatkan diri untuk berinteraksi secara personal dengan guru dan siswa. Ia memberikan perhatian khusus pada aspek psikologis warga madrasah yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal ini dianggap penting agar semangat belajar tetap terjaga di tengah keterbatasan.

"Bagaimana kabar anak-anak umi hari ini? Saya berharap semua dalam keadaan sehat dan tetap ceria meskipun ruangan kelas kita saat ini tidak seperti biasanya. Kalian harus tetap semangat menimba ilmu karena keterbatasan tempat bukanlah penghalang bagi orang yang ingin sukses dan meraih cita-cita setinggi langit. Untuk ibu guru, saya minta tolong agar tetap menggunakan strategi pembelajaran yang efektif dan tidak membosankan agar siswa tidak merasa jenuh di lokasi sementara ini." Ujar Ummiati

​Kehadiran Kepala Madrasah di lokasi belajar sementara ini disambut hangat oleh para guru, salah satunya adalah Emi Satri, S.Pd.SD. Guru yang mengajar di kelas 2 A tersebut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh pimpinan madrasah di tengah situasi seperti ini.

​Emi Satri menyatakan bahwa kunjungan ini memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi para guru di lapangan. Ia menyebutkan bahwa kehadiran Ummiati Nasution secara langsung membuat para guru merasa didukung dan diperhatikan, meskipun mereka harus mengajar di lokasi yang berpindah-pindah. Menurutnya, motivasi yang diberikan Kepala Madrasah menjadi pemacu semangat bagi dirinya untuk tetap memberikan materi pelajaran secara maksimal kepada siswa kelas 2 A.

​"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Ibu Ummiati ke lokasi belajar kami yang sederhana ini. Kehadiran kepala madrasah bukan hanya sekadar memantau, tetapi benar-benar memberikan energi baru bagi kami para guru dan juga anak-anak," ujar Emi Satri dengan penuh semangat di sela-sela kegiatan belajar mengajar.

Emi Satri juga menambahkan bahwa pesan Kepala Madrasah mengenai strategi pembelajaran akan menjadi fokus utamanya dalam mengajar di kelas 2 A. Ia menyadari bahwa ruang kelas sementara yang sempit dan sirkulasi udara yang terbatas bisa menurunkan minat belajar siswa. Oleh karena itu, ia berjanji akan terus berinovasi, seperti menggunakan media pembelajaran berbasis permainan dan belajar di luar ruangan, agar anak-anak didiknya tetap ceria dan tidak merasa terbebani dengan kondisi tempat belajar yang sementara ini.

"Pesan dari Kepala Madrasah mengenai strategi pembelajaran akan menjadi fokus utama saya dalam mengajar di kelas 2 A, Saya berjanji akan terus berinovasi agar anak-anak didik tetap ceria dan tidak merasa terbebani dengan kondisi tempat belajar yang sementara ini. Selain itu, saya juga akan berkoordinasi dengan rekan sejawat guna menciptakan suasana kelas yang inspiratif bagi siswa." Ucap Emi.

Usai pelaksanaan monitoring, Kepala Madrasah menegaskan bahwa pengawasan ini bukan sekadar rutinitas formalitas belaka. Ia secara teliti memeriksa daftar hadir guru, memantau interaksi di dalam kelas, hingga mencatat fasilitas penunjang yang mulai rusak. Ia ingin melihat secara nyata kendala apa saja yang dihadapi di lapangan, mengingat perubahan kurikulum saat ini menuntut kesiapan sarana yang mumpuni. Dengan mengetahui kendala tersebut secara mendetail, pihak madrasah dapat segera mengambil kebijakan yang tepat untuk solusi jangka pendek maupun perbaikan jangka panjang demi kenyamanan siswa.

"Monitoring ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Saya ingin melihat secara nyata kendala di lapangan, mulai dari proses mengajar hingga kondisi fasilitas kelas yang ada, dengan mengetahui hambatan tersebut secara langsung, kami bisa segera mengambil kebijakan yang tepat sebagai solusi jangka pendek demi kelancaran belajar mengajar." Terang Ummiati kepada Tim Humas. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post